Inggris Sangkal

Menyadap Donald Trump

FOTO | ISTIMEWAPejabat keamanan Inggris bantah telah menyadap Presiden AS Donald Trump.
A A A

LONDON - Pejabat keamanan Inggris membantah jika agen mata-mata Inggris telah 'menguping' Donald Trump selama dan setelah pemilu presiden Amerika Serikat (AS) tahun lalu. Pernyataan ini menyangkal tuduhan seorang analis televisi AS.

"Tuduhan yang dibuat oleh analis Fox News Andrew Napolitano sama sekali tidak benar dan terus terang tidak masuk akal," kata pejabat yang akrab dengan kebijakan operasi dan keamanan pemerintah Inggris seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/3/2017).

Pada program "Fox & Friends", Napolitano mengatakan bahwa daripada memerintahkan lembaga AS untuk memata-matai Trump, Obama memperoleh transkip percakapan dari Markas Komunikasi Pemerintah Inggris atau GCHQ. GCHQ adalah badan yang setara dengan Badan Keamanan Nasional AS yang memonitor komunikasi eletronik di luar negeri.

"Tiga sumber-sumber intelijen telah menginformasikan Fox News bahwa Presiden Obama mengambil kebijakan di luar rantai komando. Ia tidak menggunakan NSA, dia tidak menggunakan CIA, ia tidak menggunakan FBI dan ia tidak menggunakan Departemen Kehakiman. Ia menggunakan GCHQ," kata mantan hakim New Jersey itu.

GCHQ memiliki hubungan dekat dengan NSA, serta dengan instansi penyadapan dari Australia, Kanada dan Selandia Baru dalam konsorsium yang disebut "Lima Mata." Pejabat Inggris mengatakan bahwa di bawah hukum Inggris, GCHQ hanya bisa mengumpulkan data intelijen untuk tujuan keamanan nasional dan mencatat bahwa pemilihan AS jelas tidak memenuhi kriteria.

"GCHQ hanya bisa melakukan operasi intelijen di mana itu legal baik di AS dan Inggris untuk melakukannya," tambah pejabat itu.

Lembaga Inggris itu sendiri menolak permintaan untuk komentar.

Sebelumnya, Donald Trump memicu kontroversi dengan menyatakan mantan Presiden Barack Obama telah menyadapnya selama tahap akhir kampanye presiden 2016. Presiden dari Partai Republik ini tidak memberikan bukti atas tuduhannya yang disebut oleh juru bicara Obama sebagai tuduhan palsu.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...