Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Menilik Kesan Mengabaikan Imbauan

SITI AISYAHPengunjung Warung Kopi
A A A

ACEH BARAT - Corona virus atau Covid 19 terus menjadi perbincangan hangat dunia, belakangan ini informasi tentang wabah pendemi itu menjadi tren dan menjadi perhatian utama bagi masyarakat. Apalagi paska World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia merekomendasikan penyebaran virus tersebut masuk dalam kategori darurat nasional.

Bukan tanpa sebab, korban yang terinfeksi semakin bertambah, pemerintah juga terus menanggulangi dengan menaruh perhatian khusus terhadap wabah itu. Sebab dampak dari adanyan virus tersebut  bukan hanya pada perekoniman seperti harga terhadap kebutuhan dasar medis seperti antiseptic dan masker mengalami kenaikan harga yang seginifikan, bahkan dari segi Pendidikan terpaksa dikorbankan.

Langkah tersebut juga menindaklanjuti surat keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020, tentang gugusan tugas percepatan penanganan Covid 19 dan hal ini juga sejalan dengan salah satu rekomendasi World Health Organization (WHO) yang secara khusus menyorot perkembangan di Indonesia.

Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meliburkan seluruh aktivitas sekolah mulai dari jenjang Pendidikan Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, di susul dengan surat edaran pemberhentian sementara aktivitas kerja, berkumpul, dan menghindari kerumunan menjadi salah satu langkah yang baik untuk pencegahan Corona.

Lantas bagaimana dengan warung Kopi?
Seperti yang diketahui Bersama warung kopi merupakan tempat serba guna khususnya bagi masyarakat Aceh, karena minum kopi dapat dikatakan menjadi ritual penting disela-sela aktivitas masyarakat, bahkan bukan hanya untuk meminum kopi tetapi sekaligus menjadi tempat untuk bertukar pikiran, berbincang bisnis, politik, pekerjaan dan tempat berkumpul Bersama. Mungkinkah warung kopi akan ditutup setelah beredarnya kabar tersebut.

Pantauan acehimage.com disalah satu warung kopi yang terletak di Kabupaten Aceh barat Rabu, 18 Maret 2020 sekitar pukul 16:35 terlihat puluhan orang memenuhi kursi-kursi diruangan seluas 12 x 12 meter, di meja yang yang bentuknya persegi itu dipenuhi dengan barang-barang seperti Laptop, tas, dan tak ketinggalan gelas yang berisi kopi. Dalam satu meja terdapat empat sampai lima orang yang mereka itu saling berinteraksi satu dengan yang lain.

Salah satu pengunjung Nurul Fahmi mengatakan dirinya tidak terlalu khawatir terkait surat edaran yang menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar seperti,berkumpul, dan menghindari kerumunan sebagai pencegahan virus corona (covid 19). Karena dirinya menganggap orang-orang yang dijumpai di warung kopipun adalah orang-orang yang sama yang tidak berpergian jauh dan tidak berinteraksi dengan orang orang luar.

“Iya saya tidak terlalu khawatir, karena disinipun saya duduk dengan orang-orang sama dan mereka tidak berpergian jauh apalagi berinteraksi dengan orang luar," kata laki-laki berkulit sawo matang tersebut.

Ia juga menambahkan, alasan lain mengapa dirinya tetap datang kewarung kopi, karena memang sudah menjadi rutinitas setiap hari bahkan warung kopi juga menjadi tempat kerja bagi dirinya. Meski demikian ia sangat mendukung dan mengapresiasi usaha pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona tersebut dan ia juga tetap waspada dengan selalu menjaga jarak terhadap orang orang yang asing.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...