Serangan Senjata Kimia,

Menhan AS Tegaskan Assad Wajib Bertanggung Jawab

FOTO | ISTIMEWAMenteri Pertahanan AS, Jim Mattis mengatakan bahwa rezim Bashar al-Assad bertanggung jawab atas serangan senjata kimia di Idlib pada 4 April lalu.
A A A
Dewan Keamanan Nasional AS menganggap larangan internasional terhadap penggunaan senjata kimia, rezim Suriah telah berulang kali melakukan pelanggaran terhadap hukum internasional dan telah melakukan pembunuhan kejam. Kami menetapkan bahwa respon militer terbaik untuk bisa menghalangi rezim dari melakukan hal ini lagi,

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak mempunyai keraguan jika rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad bertanggung jawab atas serangan kimia pekan lalu. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Pertahanan Jim Mattis.

“Tidak ada keraguan rezim Suriah bertanggung jawab atas keputusan untuk menyerang dan untuk serangan itu sendiri,” kata Mattis seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (12/4/2017).

Matti kemudian mengungkapkan bahwa menanggapi serangan itu, pejabat keamanan nasional AS datang dengan pilihan diplomatik dan militer yang disampaikan kepada Presiden Donald Trump. Ia juga menambahkan bahwa ia telah berbicara dengan sekutu Washington.

“Dewan Keamanan Nasional AS menganggap larangan internasional terhadap penggunaan senjata kimia, rezim Suriah telah berulang kali melakukan pelanggaran terhadap hukum internasional dan telah melakukan pembunuhan kejam. Kami menetapkan bahwa respon militer terbaik untuk bisa menghalangi rezim dari melakukan hal ini lagi,” terangnya.

Meski telah melakukan serangan rudak ke Suriah, Mattis menegaskan jika strategi militer Washington tidak berubah. Mengalahkan ISIS tetap menjadi prioritas AS.

"ISIS merupakan bahaya yang jelas dan hadir serta ancaman langsung ke Eropa dan akhirnya ancaman terhadap tanah air Amerika Serikat,” katanya.

Komentar Mattis datang hanya setelah Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, tiba di Rusia untuk menghadapi Kremlin atas dukungan untuk Assad.

Seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan Washington sedang menyelidiki apakah Rusia terlibat dalam dugaan serangan senjata kimia.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...