Mengunjungi San Gimignano, Kota Asal Pinokio

A A A

Siapa tak kenal boneka Pinokio? Dia salah satu boneka paling terkenal di dunia. Namun sebagian besar orang hanya tahu kisah Pinokio dan hidungnya yang sering dijadikan simbol bagi para pembohong.

Tidak banyak yang tahu bahwa kisah Pinokio berasal dari San Gimignano, sebuah kota kecil di wilayah Tuscany, Italia.

Berbeda dengan Pinokio, San Gimignano bukan fiksi, bukan kota khayalan. Sampai hari ini, kota yang berdiri sejak abad pertengahan ini masih tegak berdiri.

San Gimignano berjarak sekitar 300 kilometer dari Bandara Internasional Leonardo da Vinci-Fiumicino, bandara yang melayani Kota Roma dan merupakan yang terbesar di Italia.

Kota itu dinamai seperti uskup Modena, Santo Gimignano. Menurut legenda, Santo Gimignano-lah yang menyelamatkan kota itu dari serangan para pengikut Attila the Hun.

Hal itu dijelaskan Helene-Margerete Berg, pemandu wisata yang mengantar rombongan tur GO365 Networking Trip "Beyond Classic", Senin (21/11/2016) lalu.

"Konon, Santo Gimignano melindunginya dengan membentangkan tangan sehingga muncullah kabut tebal yang menutupi pandangan tentara musuh," tutur Margarete.

Kota yang berdiri di bukit dengan ketinggian 334 meter di atas permukaan laut ini dinyatakan sebagai situs bersejarah yang dilindungi oleh UNESCO.

San Gimignano seperti benteng. Tembok tebal mengelilingi seluruh kota. Sementara itu  bukit-bukit di sekelilingnya membentang perkebunan anggur (vineyard) dan zaitun.

Namun yang paling terkenal dari kota ini adalah menaranya. Ada 14 menara yang masih utuh dan berdiri tegak sampai sekarang. Dari kejauhan, menara-menara itu seperti gedung pencakar langit dari abad pertengahan.

Senin (21/11/2016) siang itu tidak banyak wisatawan yang berkunjung ke San Gimignano. Menurut Margarete, mendekati musim dingin, jumlah wisatawan berkurang.

"Kita beruntung karena bisa menikmati suasana kota dengan tenang, tidak berjejalan dengan turis lain," kata Margarete.

Namun siang itu ada keramaian lain di alun-alun kota. Kru film dari Amerika Serikat sedang mengambil gambar di sekitar sumur yang terletak di alun-alun itu.

Tak ayal para wisatawan dan warga kota berdiri di sekeliling lokasi shooting yang dibatasi seutas tali. Beberapa kali kru film mengingatkan agar wisatawan tidak berisik.

Menurut salah seorang krunya, film itu berjudul The Magic Well dan digarap oleh sutradara asal Rusia.

Namun kru yang sedang menjaga wardrobe itu mengaku tidak tahu artis yang dilibatkan dalam film tersebut.

Menurut Margarete, San Gimignano memang sering menjadi lokasi shooting film.

Sutradara Italia Franco Zeffirelli pernah menggunakan kota itu untuk menggantikan kota Assisi dalam film Brother Sun, Sister Moon. Film ini mengisahkan kehidupan Santo Fransiskus dari Assisi.

Memasuki gerbang kota, para wisatawan disambut deretan rumah yang kini menjual berbagai oleh-oleh khas kota itu. Ada toko keramik, tas kulit buatan tangan, hingga hasil bumi seperti saffron, wine, dan olive oil.

Salah satu toko suvenir didominasi pernik-pernik bertema Pinokio, seperti gantungan kunci, magnet kulkas, hingga boneka.

Suvenir lain yang menarik dari San Gimignano adalah kerajinan dari kayu pohon zaitun.

Kerajinan, yang kebanyakan merupakan peralatan dapur, itu sangat khas. Gurat kayunya yang tegas menjadi hiasan tersendiri bagi talenan, sendok, garpu, maupun hiasan dinding.

"Lihat alur kayunya. Indah sekali. Peralatan dari kayu zaitun juga kuat, bisa bertahan sampai 200 tahun. Biasanya diwariskan seorang ibu pada anak perempuannya," terang Margarete.

Ia menambahkan, kaum perempuan biasanya menggosok peralatan dari kayu itu itu dengan minyak zaitun.

Sumber:kompas.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...