Bom Guncang Homs,

Mata-mata Top Rezim Suriah Terbunuh

FOTO | Al JazeeraPasukan rezim Suriah meluncurkan serangan udara di Homs setelah terjadi rentetan serangan bom bunuh diri yang menewaskan kepala intelijen militer Suriah
A A A

HOMS - Rentetan serangan bom bunuh diri mengguncang Homs, Suriah, pada Sabtu kemarin. Sebanyak 32 orang terbunuh, termasuk kepala intelijen atau mata-mata top militer rezim Suriah, Jenderal Hassan Daabul.

Stasiun televisi pemerintah Suriah melaporkan, Jenderal Daabul—intelijen kepercayaan Presiden Bashar al-Assad—menjadi salah satu korban tewas dalam salah satu dari tiga serangan bom.

Seorang saksi mata mengatakan seorang pengebom bunuh diri berlari ke kantor Daabul dan meledakkan diri dengan bahan peledak.

Kepala Divisi Keamanan Negara Ibrahim Darwish juga ikut terluka akibat serangan bom tersebut. Dia kini dalam kondisi kritis.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa pasukan Assad pada hari yang sama juga meluncurkan serangan udara yang menewaskan 13 orang di berbagai wilayah di Suriah. Rentetan serangan rezim Suriah ini termasuk menewaskan tiga orang di al-Waer, kantong pemberontak Suriah di Homs.

Berbicara kepada Al Jazeera di Jenewa, juru bicara salah satu divisi dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA), Issam al-Reis, menuduh pemerintah Assad meluncurkan serangan untuk mempengaruhi perundingan di Jenewa.

”Selama perundingan terakhir Jenewa, ledakan terjadi di wilayah pemerintah Sayyda Zeinab, tapi sekarang kita sedang berbicara tentang militer dan divisi keamanan di dalam ‘Zona Hijau' (Homs). Tidak ada yang diperbolehkan untuk memasuki wilayah tersebut, bahkan tidak boleh mendekat,” katanya.

Talal Barzani, Gubernur Provinsi Homs, mengatakan total ada tiga ledakan di wilayahnya. Korban tewas, kata dia mencapai 32 orang dan korban luka mencapai 20 orang.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...