Kasus DBD Naik Tajam,

Masyarakat Diminta Waspada

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

BANDA ACEH - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banda Aceh mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir, oleh sebab itu masyarakat kota Banda Aceh dihimbau untuk waspada serta meningkatkan pola hidup sehat.

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mencatat pada Januari tahun 2017 jumlah kasus DBD mencapai 81 kasus. naik drastis dari bulan yang sama Januari 2016 yang hanya12 kasus, selanjutnya pada Februari 2017 mencapai 67 kasus, naik drastis dari Februari 2017 yang hanya 21 kasus.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Warqah Helmi menyebutkan, kasus yang ditemukan merata diseluruh kota Banda Aceh, namun daerah terparah dilanda oleh DBD adalah kecamatan Syiah Kuala, kecamatan Jaya Baru dan kecamatan Baiturrahman.

Tingginya kasus di daerah ini tidak terlepas dari lingkungannya yang masih banyak ditemukan hutan-hutan lembab, semak-semak yang menjadi sarang nyamuk.

Ia menyebutkan, dari 81 kasus pada Januari, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Untuk mencegah terus menyebarnya kasus DBD, pihaknya sudah melakukan sejumlah kegiatan, selain sosialisasi kepada masyarakat, juga dilakukan pemeriksaan jentik nyamuk.

“Kalau kita temukan baru kita lakukan pengasapan, dan fogging ini adalah mematikan nyamuk dewasa, kalau untuk memberantas sarang nyamuk tetap dengan 3 M plus,”ujarnya mengingatkan.

Warqah merincikan kasus DBD di Banda Aceh sebelumnya sempat mengalami penurunan drastis, misalnya pada tahun 2012 ditemukan sebanyak 506 kasus, kemudian tahun 2013 turun menjadi 258 kasus, 2014 299 kasus, dan 2015 turun menjadi 127 kasus, dan kembali naik di 2016 menjadi 152 kasus, sedangkan pada 2017, hingga Februari sudah 148 kasus.

Ia menyebutkan, dengan banyaknya kasus DBD yang ditemukan di Banda Aceh pada awal 2017 ini, pihaknya menetapkan DBD sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa).

Ia menyebutkan, kasus demam berdarah terjadi pengulangan pada bulan Oktober-November dan Desember, dampaknya baru terasa pada bulan Januari dan Februari.

Ia mengaku yang paling penting dilakukan saat ini adalah pemberantasan sarang nyamuk, misalnya dengan mengaktifkan juru pemantau jentik (Jumantik), yang sudah ada disetiap gampong di kota Banda Aceh. Selanjutnya perlu ditingkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Sumber:ANTERO
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...