Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Masyarakat Baktiya Minta Keuchik Tar Perjuangkan Pupuk Subsidi

BULKHAINIAnggota DPR Aceh, Mukhtar Daud SKH saat melakukan pertemuan dengan masyarakat Baktiya dalam rangka reses II
A A A

ACEH UTARA - Tokoh Masyarakat Kecamatan Baktiya meminta kepada Anggota DPRA Fraksi Partai Nangroe Aceh (PNA) Mukhtar Daud SKH untuk memperjuangkan aspirasinya terkait penambahan Kouta pupuk subsidi, dikarenakan selama ini banyak para petani tidak mendapat jatah pupuk bersubsidi khususnya di Kecamatan Baktiya.

Hal itu dikatakan Tokoh Masyarakat Baktiya, Munir dalam acara reses II Anggota DPRA Aceh Fraksi Partai Nangroe Aceh, Mukhtar Daud (Keuchik Tar) yang berlangsung di Cafee Aleena Arabian Kede Alue Ie Puteh, Minggu malam (23/8/2020).

Menurutnya, Selama ini para petani khususnya Aceh Utara tidak merata menerima pupuk subsidi karena kurangnya stok distribusi pupuk subsidi kepada pengecer.

"Karena kurangnya kuota pupuk subsidi makanya pupuk di kecamatan Baktiya langka disebabkan Kouta pupuk bersubsidi tidak cukup, seperti pupuk urea dan SP 36,"kata Munir.

Munir menambahkan, selain urea, untuk SP 36 Gresik bahkan tidak mencapai 50% untuk didistribusikan Kepada petani.

"Kita berharap agar Keuchik Tar yang mewakili kami di Parlemen Aceh agar bisa memperjuangkan aspirasi kami untuk disampaikan kepada pemerintah agar dilakukan penambahan Kouta pupuk bersubsidi untuk masyarakat Aceh Utara khususnya Baktiya," ujar Munir.

Dalam kesempatan itu, Munir juga mengajukan usulan terkait kekeringan sawah yang melanda delapan desa akibat tidak adanya air irigasi, maka dirinya berharap agar kedepan dilakukan pembagunan pompanisasi dan penambahan saluran sekunder.

"Kita minta kepada Keuchik Tar sebagai wakil kita di DPRA agar memperjuangkan aspirasi masyarakat, karena selama ini masyarakat di delapan desa tersebut selalu gagal panen akibat tidak ada air irigasi yang memadai,"ungkap Munir.

Munir menyebutkan, delapan desa yang sangat membutuhkan pegadaan pompanisasi untuk mengairi air ke persawahan yaitu, Gampong Cot Mane, Matang Kumbang, Alue Ie Puteh, Alue Serdang, Matang Raya Timu, Matang Raya Barat, Alue Buya dan Matang Cut.

"Harapannya semoga semua usulan dari masyarakat ujung timur Aceh Utara bisa di perjuangkan oleh Anggota DPRA Keuchik Tar agar disampaikan kepada pemerintah Aceh dalam sidang paripurna di Parlemen Aceh,"terang Munir.

Sementara itu, Anggota DPRA Aceh Fraksi Partai Nangroe Aceh Mukhtar Daud menyampaikan semua usulan dari masyarakat akan diperjuangkan dan disampaikan dalam sidang paripurna dengan pemerintah Aceh.

"Insyaallah kita tampung dan kita perjuangkan semua aspirasi masyarakat Baktiya untuk kita sampaikan ke pemerintah Aceh dalam sidang paripurna,"kata Keuchik Tar sapaan akrab.

Menurut Keuchik Tar, terkait tidak meratanya pupuk subsidi di Aceh Utara, diduga ada oknum-oknum yang bermain dan dirinya meminta kepada masyarakat jika ada menemukan penimbunan pupuk bersubsidi agar segera melaporkan ke pihak kepolisian.

"Jika ada oknum-oknum yang menimbun pupuk subsidi dan diperjual belikan di atas harga HET segera laporkan ke pihak berwajib," ujar Keuchik Tar.

Selain itu, Keuchik Tar juga menyatakan, yang perlu diketahui oleh masyarakat, ketika tidak masuk dalam nomenklatur nya masyarakat juga harus mengerti, karena ada Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri No 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dalam Keuangan Daerah serta sistem SIPD.

"Saya berharap agar masyarakat bersabar, semua usulannya akan kita perjuangkan, apalagi di dapil V ada empat perwakilan di DPRA dan kita berempat insyaallah kompak dalam memperjuangkan semua aspirasi masyarakat Aceh Utara," pungkas Keuchik Tar.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...