Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Mengaku Miliki Dokumen “Kejahatan” Oknum Pejabat

Massa Mengamuk di Gedung DPRK Hingga Pecahkan Kaca

SAMSUDIN Massa dari Aliansi Bersama Untuk Rakyat Bener Meriah (Abuya-BM) terlihat aski saling lempar dan pecahkan kaca meja di gedung DPRK Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Luapan emosi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Bersama Untuk Rakyat Bener Meriah (Abuya-BM) terhadap Kebijakan Pemerintah Bener Meriah memuncak saat pertemuan pihak Eksekutif dengan massa Abuya-BM yang difasilitasi oleh Legislatif Bener Meriah, Jumat (12/6/2020) di ruang sidang DPRK setempat.

Kekesalan massa Abuya-BM, disinyalir akibat kebijakan Pemerintah daerah yang menangani Covid-19 dan perekonomian masyarakat di tengah pendemi.

Munawir salah satu juru bicara perwakilan Abuya-BM, sempat melemparkan sabun cuci tanggan (Sunlight) ke dalam lantai dihadapan Unsur Pimpinan DPRK Bener Meriah dan Plh Bupati Bener Meriah.

Dimana, beberapa bulan yang lalu pemerintah daerah melalui pemerintah Kampung membagikan Sunlight seharga Rp2000 kepada masyarakat untuk mencuci tangan.

Kekesalan mereka semakin bertamabah terhadap Pemerintah setempat, lantaran dalam beberapa waktu kebelakang melalui program ketahanan pangan pemerintah menyarankan masyarakat untuk menanam dan salah satu komuditi yang disarankan adalah ubi jalar.

Menilai kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah setempat asal-asalan dalam mengangani pencegahan Covid-19 dan mengantisipasi krisis pangan. Munawir melemparkan sabun Sunlight dan ubi jalar kelantai ruang sidang DPRK Bener Meriah.

Dalam kesempatan itu, Munawir juga mengaku memiliki dokumen “kejahatan“ oknum pejabat di daerah itu terkait dengan paket Proyek pekerjaan yang selama ini dilakoni oleh oknum pejabat yang mereka yakini dalam transaksi jual beli paket pekerjaan.

Belum habis terkait hal yang disampaikan Munawir, juga dengan penuh emosi beberapa perwakilan lainya juga memecahkan kaca meja DPRK Bener Meriah dengan telapak tangan mereka saat menyampaikan aspirasi dihadapan pihak Eksekutif dan Legislatif setempat.

Lagi-lagi, mereka meluapkan emosinya atas beberapa kebijakan Pemerintah setempat yang mereka nilai keliru sehingga menimbulkan kekisruhan ditengah masyarakat.

“Kami peduli dengan Bener Meriah, kami cinta dengan Bener Meriah dan kami tidak mau kebodohan yang terjadi di Bener Meriah dipertontonkan kedaerah lain atas kekeliruan pemerintah mengambil keputusan, baik tentang bantuan BLT, Juknis ketahanan pangan hingga penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya,"sebut Surya Apra.

Apra sambil terbata-bata karena menahan tangisnya meminta semua pemangku kebijakan di Bener Meriah untuk bertaubat,

“Kalau peduli terhadap Bener Meriah mari bertaubat," pinta Aktivis Bener Meriah.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...