Laporkan Andi Narogong,

Marzuki Alie: Kehormatan Saya Terhina

FOTO | DETIK.COMMarzuki Alie di kantor Bareskrim, Jumat (10/3/2017)
A A A

JAKARTA - Mantan Ketua DPR Marzuki Alie sudah melaporkan Andi Agustinus alias Andi Narogong dan dua terdakwa korupsi e-KTP Irman dan Sugiharto ke Bareskrim Polri. Marzuki tak terima namanya dicatut dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

"Terus terang saya kan punya keluarga, saya punya sahabat, saya punya anak-anak didik, kan jelas ini telah menghina saya secara pribadi. Kehormatan saya betul-betul terhina," ujar Marzuki di kantor Bareskrim, Kompleks KKP, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Laporan Marzuki diterima Bareskrim dengan nomor TBL/171/III/2017 Bareskrim. Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto dilaporkan Marzuki atas tuduhan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 317 KUHP dan Pasal 27 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dia menyebut keterangan yang menyeret namanya hingga masuk surat dakwan jaksa pada KPK, tidak berdasar. Dia meminta KPK bekerja profesional, tidak sembarang menyebut nama orang tanpa konfirmasi.

"Keterangan ini tidak didasari, saya mohon maaf kepada KPK, mungkin sahabat-sahabat KPK bekerja secara profesional, hendaklah yang belum dikonfirmasi, yang belum diklarifikasi, belum dilihat aliran uangnya, janganlah dulu disebut nama Marzuki Alie," kata politisi Demokrat ini.

Marzuki mengaku sama sekali tidak mengenal Andi Narogong yang intens berperan mengawal proses anggaran dan pelaksanaan lelang e-KTP.

"Saya tidak pernah bicara apapun tentang e-KTP, saya tidak pernah bermain proyek-proyek yangg terkait dengan siapa pun," ujarnya.

Bagi Marzuki, posisi ketua DPR merupakan jabatan mulia yang menjadi amanah. Karena itu, Marzuki mengaku bekerja sesuai aturan ketika memimpin DPR.

"Alhamdulillah lima tahun saya berada di DPR, saya merasa ketua DPR itu jabatan mulia. Satu di antara 250 juta rakyat Indonesia. Saya jaga marwah jabatan itu selama lima tahun dengan bekerja baik, bekerja amanah untuk kepentingan rakyat Indonesia," sambung dia.

"Untuk testimoni silakan tanya ke semua menteri atau teman-teman banggar (Badan Anggaran). Pernahkan Marzuki Alie selaku ketua DPR meminta alokasi anggaran, mengawal proyek, atau memperjuangkan proyek, mengamankan proyek," ujar Marzuki.

Selain itu Marzuki menantang KPK termasuk Andi Narogong untuk membuktikan aliran duit yang disebut dalam surat dakwaan ditujukan kepada dirinya.

"Kita minta kepada KPK untuk membuktikan, kepada saudara Andi Narogong untuk membuktikan, bahwa dia betul-betul menyerahkan uang," katanya

Dia mengaku hanya pernah mendengar soal proyek ini. Tapi soal proses penganggarannya, Marzuki mengaku tidak tahu menahu.

"Silakan buktikan. Ini tantangan kepada Andi Narogong, ini tantangan kepada kedua terdakwa, untuk membuktikan apakah ada hubungannya dengan Marzuki Alie," tegas Marzuki.

Dalam kasus ini, jaksa pada KPK mendakwa eks Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman dan eks Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sugiharto melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Penyimpangan pengadaan e-KTP dimulai dari anggaran, lelang hingga pengadaan e-KTP. Dalam perkara ini, Irman didakwa memperkaya diri sebesar Rp 2.371.250.000, USD 877.700, dan SGD 6.000. Sedangkan Sugiharto memperkaya diri sejumlah USD 3.473.830.

Sumber:detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...