Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy menyampaikan ledakan terjadi pada sebuah gerobak tempat jual gorengan di Jalan TGK di Lhong Dua Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, tidak ditemukan adanya mesiu maupun jelaga. Namun kejadian tersebut mengakibatkan kaca gerobak pecah dan atap serta sebagian badan gerobak rusak. "Tidak ditemukan korban jiwa, hanya 1 orang ibu terluka gores oleh pecahan benda meledak pada bagian kaki,"sebut Kabid Humas

Didampingi Beberapa Reje Kampung

Mantan Satpam RSUD Munyang Kute Mengadu ke Dewan

SAMSUDDINSatpam didampingi Reje kampung temui Komisi A DPRK Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH - Sejumlah mantan Satpam yang bertugas di RSUD Munyang Kute menemui Anggota Komisi A DPRK Bener Meriah, Selasa (26/1/2021). Mereka mengadu atas dasar dibekukan sebagai Satpam oleh Pihak RSUD MUnyang Kute.

Kedatangan mantan Satpam tersebut didampingi Reje Kampung Serule Kayu, M Hasim, Reje Kampung Kute Kering Ridwan, dan perwakialn masyarakat Blang Panas.

Salah satu perwakilan Satpam RSUD Munyang Kute Redelong, Ismarwandi, kepada Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah, Abubakar yang didampingi anggotanya Zulham mengatakan, pihaknya berharap direktur RSUD Munyang Kute mengaktifkan kembali mereka sebagai Satpam.

"Selama ini kami sudah berkontribusi terhadap RSUD Munyang Kute, bahkan untuk akreditasi kita juga berperan tapi kenapa tidak ada perhatian terhadap kami,"kata Ismar.

Ismar menambahkan, pihak RSUD telah membekukan satpam yang bertugas di RSUD Munyang Kute, namun kemudian mereka membuka kembali perekrutan menerima satpam baru.

“Mereka mengistilahkan pembekuan terhadap kami (red-Satpam), namun menurut kami ini pemberhentiaan secara tidak langsung. Karena setelah dibekukan mereka membuka pendaftaran penerimaan satpam,"ujar Ismar.

Disebutkan Ismar, dia bersama sejumlah Satpam lainnya juga turut mendaftar untuk mengeikuti seleksi penerimaan satpam baru di RSUD Munyang Kute, namun hanya satu orang yang lulus.

"Sementara kami tidak lulus,"ungkapnya.

Justru itu, sambungnya dia menduga ada permainan oleh pihak panitia seleksi (Pansel) dan menduga ada titipan calon peserta dalam rekrut tersebut. Pasalnya, untuk semua tahapan yang kita ikuti kita lulus. "Namun untuk materi PBB kami tidak lulus,"cetus Ismar.

Direktur RSUD Munyang Kute, dr Sri Tabahhati dan KTU RSUD Munyang Kute, M Zakaria

Hal senada juga disampaikan mantan Satpam lainnya, bahkan menurutnya, selama kepemimpinan RSUD Munyang Kute yang sekarang mereka kurang mendapat perhatian padahal mereka mempertaruhkan nyawa untuk menjaga keamanan dan keselamatan perawat yang bekerja di RSUD Munang Kute.

“Dulu, pada saat keluarga paseien Covid-19 yang meningal, beberepa keluarga paseien dan masyarakat mengamuk, dan mereka (Pihak RSUD) bersembunya, hanya beberapa satpam yang berupaya agar mereka tidak merusak fasilitas RSUD Munyang Kute. Tapi apa balasan yang kami terima,"tanya Satpam tersebut.

Sementara itu, Reje Kampung Serule Kayu, M Hasim, berharap penyelesaikan persoalan tersebut betul-betul secara arif. Dan beraharap masyarakat sekitar dapat ditampung untuk mengabdi bekerja di RSUD Munyang Kute yang terletak dikampung Serule Kayu itu.

“Sebagai Reje Kampung, kami tidak dapat mencampuri terlalu jauh masalah ini sebab ini merupakan tangungjawab pihak RSUD dan Pemerintah daerah, pun demikian kami hanya berharap masyarakat disekitar dapat dipekerjakan disana, karena mereka juga bertangung jawab secara moral terhadap kenyaman RSUD tersebut,"kata Hasim.

Menyikapi keluhan yang disampaikan mantan Satpam tersebut, Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah, Abubakar mengakatan, pihaknya akan mempertanyakan persoalan tersebut kepada pihak RSUD Munyang Kute.

“Kita akan mendatangi atau memangil Direktur RSUD Munyang Kute dan Kepala TU RSUD Munga Kute guna mempertanyan hal ini, sebab untuk mencari solusi persoalan kita juga harus tau alasan mereka membekukan dan melakukan perekrutan kembali Satpam di RSUD Munyang Kute," kata Abubakar.

Abubakar mengatakan, sebelumnya mereka juga telah mendengar persoalan ini dan kita sempat meminta pihak RSUD Munyang Kute untuk hadir ke DPRK tetapi mungkin mereka lagi ada kesibukan sehingga tidak berhadir.

Dalam kesempatan itu, Zulham sempat mempertanyakan kepada mantan Satpam tersebut selama ini apakah ada persoalan antara Direktur maupun KTU RSUD Munyang Kute dengan Satpam yang bertugas disana.

Ditempat terpisah, Direktur RSUD Munyang Kute, dr Sri Tabhhati yang didampingi Ketua Pansel (panitia seleksi) rekrutmen Satpam M Zakaria kepada wartawan mengatakan, pihaknya memang telah membekukan semua Satpam yang bertugas di RSUD Munyang Kute dan telah membuka pendaftaran penerimaan calaon Satpam yang baru.

Menurut Sri Tabahhati, pihaknya selama ini sudah mencoba berbuat terbaik terhadap satpam yang lama baik dengan secara kekeluargaan menyangkut persyaratan administrasi lewat pemda dan BKD.

"Cuma teknis perekrutannya itu ada panitia yang kita bentuk yang juga melibatkan pihak kepolisian dan dari RSUD sendiri,"kata Sri Tabahhati.

Disebutkan Sri Tabahhati, bahwa yang namanya bekerja kita dituntut taat kepada SOP, namun beberapa kali satpam kita yang lama saya lakukan pengkajian mereka tidak lagi bekerja sesuai SOP yang kita harapkan.

“Atas hal itu, kita melakukan pemangilan pertama memberikan nasehat, kemudian SP1,SP2, SP3 bahkan diantara satpam ada yang sampai mendapat SP4. Jadi secara administrasi sebenarnya enggak ada SP4,“ kata Sri.

Melihat dari banyaknya SP yang telah dikeluarkan, dan kalau tunduk pada Perbup kalau sudah layak untuk dikeluarkan. Namun dirinya kembali berpikir secara kemanusian karena usia mereka bergabung di RSUD ini.

"Oleh karena itu, saya mengizinkan mereka untuk memperbaiki diri dengan kembali dari 0, artinya memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut kembali mendaftar ulang mengikuti seleksi (tes), dan terbukti diantara mereka ada yang lulus,"pungkas Sri.

Dijelaskan Sri, semua Satpam yang bertugas di RSUD Munyang Kute semuanya mendapat SP, namun satu-satunya yang mendapat SP1 itupun karena kebersamaan adalah satpam yang lulus dalam perekrutan sekarang ini.

Sedangkan Ketua panitia seleksi (Pansel) Rekrutmen Satpam RSUD Munyang Kute, M Zakaria menyebutkan, SK Pembekuan satpam yang bertugas di RSUD Munya Kute itu telah diterbitkan pada tanggal 8 Januari 2021, kemudian pembukan pendaftaran dibuka sejak tanggal 11 Januari 2021.

Dalam rekrut tersebut, sebagai Pansel juga melibatkan pihak dari Kepolisian, Psikiater, Psikolog, dan Menko (Managemen koordinator).

"Sebanyak 75 orang yang mendaftar, dan dari 75 orang tersebut, 8 orang merupakan satpam lama dan hanya satu orang yang lulus,"katanya.

Zakaria menambahkan, RSUD Munyang Kute dalam hal ini menerima 15 orang satpam yang dipekerjakan. Dan telah mengumumkan secara terbukan siapa-siapa nama-nama 15 orang yang lulus, 5 orang cadangan.

Zakarai menambahkan, dalam penilaian, untuk administrasi nilai kelulusan minimal 70, kemudian untuk tes psikiater, computer dan uijian umum memiliki 36 ketas dikatakan lulus dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya.

“Setelah lulus peserta mengikuti tes PBB yang dites oleh kawan-kawan dari Polres Bener Meriah, untuk tahap tersebut peserta yang memiliki nilai 8,6 dinyatakan lulus. Dan yang lulus itu langsung mengikuti tes wawancara dengan dokter Psikiater, Direktur, dan beberapa kepala Bidang yang lulus itu dengan mendapat nilai 81 itulah yang dinyatakan lulus dan diterima menjadi Satpam seacara permanan di RSUD Munyang Kute,"imbuh Zakaria.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...