Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Bebas Penjara

Netmantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari
A A A

JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari akhirnya bebas murni setelah menjalani hukuman 4 tahun penjara, Sabtu (31/10/2020).

Siti Fadilah dihukum penjara karena perkara korupsi pengadaan alat kesehatan tahun 2005 dan menerima gratifikasi sebesar Rp1,9 miliar.

Telah dibebaskan hari ini, Sabtu 31 Oktober 2020, warga binaan atas nama Dr dr Hj Siti Fadillah Supari Sp Jp, usia 69 tahun, pidana 4 tahun, ujar Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/102020).

Rika mengatakan, Fadilah dibebaskan karena telah selesai menjalani pidana pokok dan pidana denda.

Sementara pidana tambahan berupa uang pengganti juga telah dibayarkan Siti Fadilah ke negara.

Fadilah telah diserahterimakan dari pihak Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pondok Bambu, Jakarta ke pihak kuasa hukum yang bersangkutan.
Proses berjalan lancar sesuai protokol kesehatan, ujar Rika.

Diketahui Siti Fadilah pada 16 Juni 2017 divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Hukuman untuk Siti Fadilah juga ditambah harus membayar uang pengganti Rp550 juta karena dinilai terbukti melakukan 2 perbuatan melawan hukum.

Perbuatan pertama yaitu merugikan keuangan negara senilai Rp5,783 miliar dalam kegiatan pengadan alat kesehatan.

Alkes itu sedianya untuk mengantispasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penaggulangan Masalah Kesehatan (PPMK).

Siti Fadilah dianggap bersalah karena melakukan penunjukan langsung (PL) kepada PT Indofarma Tbk, sebagai rekanan pengadaan alkes.

Sedangkan perbuatan kedua adalah Siti Fadilah menerima suap sebesar Rp1,9 miliar karena telah menyetujui revisi anggaran untuk kegiatan pengadaan alkes I serta memperbolehkan PT Graha Ismaya sebagai penyalur pengadaan Alkes I tersebut.

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...