Satreskrim Polres Bener Meriah telah menetapkan dan menahan tiga tersangka dugaan peredaran ijazah palsu yang bersumber dari Dinas Pendidikan Bener Meriah. “Sebelumnya kita telah menetapkan dan menahan AS (staf dinas pendidikan) Bener Meriah sebagai tersangka pembuat ijazah palsu, kemudian berselang dua harinya, kita kembali menangkap dan menahan tersangka SM (PNS di jajaran dinas Kesehatan Bener Meriah) yang diduga berperan sebagai perantara," kata Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK saat dikonfirmasi awak media, Rabu (27/1/2021).

Keluar Lapas Tidak Sesuai Prosedur

Mantan Ketua DPRK Nagan Raya Dibekuk saat kembali ke Lapas

FOTO | MODUSACEH.CO.
A A A

ACEH - Kejaksaan Negeri Nagan Raya, mengeksekusi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan (48) yang keluar Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Calang, Kabupaten Aceh Jaya, 5 Juli 2019. Namun, diduga ia keluar Lapas dengan cara menyalahi aturan.

Informasi yang diperoleh MODUSACEH.CO, Selasa (20/8/2019) sekira pukul 10.39 WIB menyebutkan. Tim Kejaksaan Negeri Aceh Jaya menangkap Samsuardi di Desa Datar, Kecamatan Krueng Sabee, daerah setempat. Mantan Ketua DPRK Nagan Raya itu diyakini hendak kembali ke Lapas setelah berpergian.

Nah, Senin, 19 Agustus kemarin, informasi sebenarnya telah beredar tentang keberadaan Samsuardi tidak ada dalam Lapas. Ia keluar dengan menggunakan mobil jenis Toyota Harier warna hitam bernomor polisi BL 551 FY dengan arah tujuan Kabupaten Nagan Raya.

Masih berdasarkan informasi yang dihimpun, setalah keberadaannya tidak ada di Lapas Aceh Jaya, pihak kejaksaan kemudian mengecek keberadaan Juragan. Hasilnya? Ternyata benar dia tidak ada di sana.

Lalu dilakukan penjajakan dan menemukan mobil Samsuardi melintas di Jalan lintas Banda Aceh-Meulaboh tepatnya di SPBU Teunom Kecematan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya dan terus diikuti dengan berkoordinasi dengan tim Kejaksaan yang lain untuk melakukan penghadangan.

Saat penangkapan, Juragan diketahui mengendarai sendiri mobilnya tersebut. Saat ini keberadaan mantan Ketua DPRK Nagan Raya itu sudah dibawa ke Kejaksaan Aceh Jaya.

Kasi Intel Kejaksaan Aceh Jaya, Ismail Syam membenarkan adanya penghadangan terhadap Samsuardi. Hanya saja pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

“Intinya saya membenarkan penangkapan dan penghadangan tersebut, namun belum bisa memberi keterangan karena masih dalam proses,” kata Ismail saat dikonfirmasi media ini.

Sumber:MODUSACEH.CO
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...