Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

Tour MOGE

Mantan Ketua BRA Aceh Selatan Kecewa Cara Peringatan Hari Damai Aceh

MUHAMMAD ILHAMMantan ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Aceh Selatan periode 2007-2009 Masluyuddin
A A A

ACEH SELATAN - Mantan ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Aceh Selatan periode 2007-2009 Masluyuddin sangat menyesalkan kegiatan peringatan hari damai Aceh dengan melakukan tour menggunakan Motor Gede (MOGE).

Ia mengatakan pelaksanaan tour Moge terkesan sangat mewah, dari segi lain korban konflik masih membutuhkan tuntutan ekonomi dan para kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) belum mendapat perhatian dari pemerintah.

"Ditahun 2009 lalu pelaksanaan peringatan hari damai Aceh itu menyentuh masyarakat dengan melibatkan pengendara becak (Roda tiga) untuk melakukan konvoi,"kata ketua Masluyuddin, Kamis (13/8/2020).

Dia sangat setuju dan mendukung pernyataan Anggota DPRA Iskandar Usman Alfarlaky, mengkritik kegiatan tour moge yang diselenggarakan BRA untuk peringati hari damai Aceh.

Sebab kegiatan tersebut menguras anggaran APBA sekitar Rp300 juta lebih.

"Saya merasa prihatin dengan kegiatan seperti itu kalau ingin go internasional ya harus bersifat pro masyarakat kalau tujuannya ingin mempopulerkan hari damai Aceh kedunia sedang Memoranum Of Inderstanding (MOU) Aceh sudah di kenal di penjuru dunia yang belum cuma ke akhirat,"ungkapnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...