Hasil Bamus DPR Aceh

Malam Jumat Pengukuhan Wali Nanggroe

ISTIMEWAKetua DPR Aceh, Sulaiman SE, M.S.M
A A A

ACEH - Hasil Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR Aceh sepakat, Jumat malam, 14 Desember 2018, Wali Nanggroe Aceh Tengku Malek Mahmud Al-Haytar dikukuhkan kembali melalui Sidang Paripurna Istimewa DPR Aceh.

Kesepakatan itu disampaikan Ketua DPR Aceh Tgk Sulaiman SE, MSM pada media ini, Rabu malam (12/12/2018) di Banda Aceh. “Benar, anggota dan pimpinan Bamus telah sepakat dengan pengukuhan Wali Nanggroe Aceh,” jelas politisi Partai Aceh (PA) tersebut.

Menurutnya, rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB, berakhir jelang shalat Ashar. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” sebut Tgk Sulaiman.

Sebelumnya, Ketua Komite Mualimin Atjeh (KMA), Madjeulih Ex Tripoli Libya, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah atau akrab disapa Tgk Ni, dengan tegas meminta dan menghimbau kepada masyarakat dan politikus Aceh untuk tidak mengunjing, menghujat dan mempermalukan Tengku Malek Mahmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe Aceh.

“Kami mendukung sepenuhnya Tengku Malek Mahmud Al-Haytar segera ditetapkan dan dikukuhkan kembali untuk Wali Nanggroe Aceh periode berikutnya oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA),” tegas Tgk Ni, Rabu sore (12/12/2018) di Banda Aceh.

Menurut Tgk Ni, sejak awal sampai saat ini dan akan datang, pihaknya tetap kokoh berdiri dengan segala kekuatan yang dimiliki untuk mendukung secara penuh dan loyal kepada pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) almarhum Tgk Hasan Muhammad Ditiro (Wali Nanggroe Aceh ke-8) dan pimpinan GAM, Tgk Malek Mahmud Al-Haytar (Wali Nanggroe Aceh ke-9), yang telah menandatangani MoU Helsinki antara Pemerintah Indonesia dengan GAM, 15 Agustus 2005 di Finlandia.

“Kami secara langsung menimba ilmu perang grilya, pendidikan, politik, sejarah dan strategi diplomasi dari Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh ke-8 dan Wali Nanggroe Aceh ke-9. Kedua beliau adalah orang tua dan guru kami selama di Tripoli-Libya, Swedia, Malaysia dan Aceh,” sebut Panglima Wilayah Pase ini.

Kata Tgk Ni. “Untuk konteks Aceh, belakangan ini tidak ada sosok lain yang patut dan disepandankan dengan beliau. Termasuk di internal GAM, dalam kepentingan kedudukan Wali Nanggroe, guna kepentingan nasional Aceh masa kini,” ungkapnya.

Itu sebabnya, Tgk Ni meminta kepada semua elemen masyarakat Aceh, untuk tidak melakukan manuver politik sehingga merusak perdamaian dan memperkeruh suasana menjelang Pileg dan Pilres 2019, yang selama ini sudah sangat aman serta kondusif, dirasakan rakyat Aceh. “Bagi yang melakukannya, kami minta segera menghentikan manuver tersebut,” tegas Tgk Ni kembali.

ADV

Kode:Advertorial
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...