Ketua DPR Aceh | Tgk Muharuddin

Makna Milad GAM ke-40 Tahun

mediaaceh.coKetua DPR Aceh Tgk Muharuddin
A A A

BANDA ACEH - Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin  mengajak kepada seluruh masyarakat Aceh untuk bersinergi dalam membangun Aceh menjadi provinsi yang gemilang dan bermartabat. Hal ini dikatakan Tgk Muharuddin dalam ragka memperingati Milad GAM ke-40 yang jatuh pada 4 Desember besok.

“4 Desember itu menjadi pintu masuk atau cikal bakal Aceh hari ini. Artinya dengan adanya 4 Desember itu terjadinya konflik hingga berakhir dengan perjanjian damai antara RI dan GAM pada 15 Agustus 2005 lalu. Harapan kita perdamaian ini bisa terwujud hakiki dan bermartabat hingga generasi Aceh selanjutnya bisa merasakan buah perdamaian yang sangat berharga ini,” ujar Tgk Muharuddin kepada mediaaceh saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu, 03 Desember 2016.

Politisi muda dari Partai Aceh ini mengatakan, 4 Desember kali ini menjadi bahan renungan bagi seluruh masyarakat Aceh sebagai momentum untuk mensyukuri terhadap nikmat Allah SWT. Menurutnya, ini merupakan sebuah kesempatan seluruh masyarakat Aceh untuk merubah wajah Aceh yang dulunya suram menjadi Aceh gemilang.

“Khususnya bagi eks kombatan GAM di seluruh Aceh bahwa ada makna istimewa dari 4 Desember ini, yaitu wujud dan komitmen kita untuk kembali bersatu bergandengan tangan membangun Aceh menjadi lebih baik dan bermartabat,” ujar Tgk Muhar.

Selementara itu, Ketua DPR Aceh juga berharap agar momentum peringatan Milad 4 Desember 2016 ini untuk tidak dikait-kaitkan sebagai simbol pemberontakan. Pasalnya, kata Tgk Muhar lagi, pasca perjanjian damai diteken, Milad 4 Desember ini lebih diarakahkan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Aceh, khususnya bagi eks kombatan untuk meingatkan kembali sejarah. Menurutnya, proses 4 Desember ini merupakan ruh yang menjadi cikal bakal kondisi Aceh sekarang ini.

“4 Desember ini sudah berbeda maknanya, dulunya 4 Desember itu dideklarasikan sebagai simbol perlawanan bersenjata terhadap pemerintah pusat untuk menuntut hak-haknya. Pasca damai, kalau kita lihat konteks atau momen dari 4 Desember yang dirayakan oleh eks kombatan dan masyarakat Aceh itu sendiri lebih mengarah pada doa bersama. Artinya, itu adalah ungkapan rasa syukur masyarakat Aceh dalam mengingat kembali sejarah. Bukan berarti akan membuka memori lama yang akan kembali menuntut kemerdekaan lagi,” ujar Tgk Muhar.

“Begitu juga ketika diadakan acara Milad dan doa bersama, bukan berarti bermakna kita kembali mengobarkan api pemberontakan lagi terhadap Pemerintah Republik Indonesia. Tapi yang kita lakukan saat ini adalah merefleksi kembali peristiwa atau sejarah yang harus dikenang oleh eks kombatan maupun masyarakat Aceh itu sendiri,” ujarnya lagi.

Sumber: mediaaceh.co
Rubrik: Aceh

Komentar

Loading...