Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Mahasiswa Hukum Unsyiah Bantu Warga Cegah Covid-19

VINDA EKA SAPUTRA.
A A A

ACEH BARAT - Seiring dengan merebaknya wabah Covid-19 di pedesaan, dalam wilayah Aceh Barat terus meningkatkan upaya pencegahan guna memutus mata rantai penularan wabah virus tersebut.

Tak terkecuali, mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) tematik covid-19 Unsyiah tahun 2020 di Aceh Barat, mereka juga diarahkan untuk melakukan program pencegahan, penanggulangan dan edukasi kepada masyarakat terkait wabah virus tersebut.

Seperti yang dilakukan Mutiara Marni, (21) mahasiswa fakultas hukum Unsyiah angkatan 2017 yang sedang mengikuti KKN tematik covid-19 di Gampong Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Dalam suasana covid-19, Muti sapaan akrab Mutiara Marni ini merangkai upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam waktu kurang lebih 60 hari di Gampong Ujong Baroh yang merupakan tempat ia berdomisili.

Kegiatannya membantu sejumlah program gampong seperti membagikan masker, membagikan cairan disinfektan kepada warga termasuk membagikan brosur edukasi pencegahan serta penanggulangan covid-19 kepada masyarakat. Selain itu ia juga menamam berbagai jenis tanaman herbal di area kantor desa setempat.

"Saya sebenarnya agak sedikit canggung berbicara di bidang pertanian, karena jurusan saya Ilmu hukum, tapi karena tema KKN kali ini Pencegahan covid-19, maka saya berinisiatif membuat taman herbal supaya bisa dimanfaatkan oleh warga nantinya dalam menjaga imunitas tubuh untuk menghindari terpaparnya virus corona" jelas muti, Rabu (01/7/2020).

Dijelaskannya, jenis tanaman yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh sebagaimana sempat viral di dunia maya beberapa waktu lalu berupa tanaman jahe, lengkuas, jahe merah, temu putih, batang sereh, kunyit, kencur dan temulawak.

"Suasana covid-19 ini tidak menyurutkan semangat saya. Selain untuk menyelesaikan kuliah, melalui program KKN tematik covid-19 ini semoga ada nilai manfaat bagi warga. Apalagi ini gampong tempat saya berdomisili. Lahan yang ditanami pun milik gampong, kedepan tanaman dapat dimanfaatkan oleh semua orang, khususnya warga Ujong Baroh. Alhamdulillah tanaman sudah mulai tumbuh, untuk saat ini masih dalam pengawasan. Setiap hari masih harus dilakukan penyiraman,"katanya.

Terakhir dijelaskan Muti, kegiatan lain seperti pembagian masker dan penanaman tanaman herbal, bekerja sama dengan pihak gampong dan pengurus PKK setempat.

"Ada sebagian kegiatan yang inisiatif sendiri ada kegiatan yang bekerja sama. Karena KKN kali ini berbeda dengan sebelumnya, dimana masing-masing mahasiswa KKN ditempatkan di daerah asal. Sehingga saya melakukan kegiatan ini sendiri, berhubung rekan kelompok saya tidak berdomisili di Ujong Baroh. Saya berharap semua ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk mencegah penularan covid-19 agar segera berakhir di Aceh Barat," demikian kata Muti menjelaskan.

Sementara itu Keuchik gampong Ujong Baroh, Daswin mengatakan keberadaan mahasiswa yang melakukan KKN di desanya itu ikut membantu tugas-tugas aparatur gampong setempat karena telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

"Kita akui kehadiran mahasiswa ini sangat bermanfaat bagi kami, seperti ada kegiatan sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan virus corona, pembagian masker dan lain-lain. Harapan kami semoga ilmu yang diperoleh disini bisa membantu menyelesaikan sebagian tugas akhir kuliah, setelah studynya selesai semoga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk masyarakat," katanya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...