Nasir Djamil:

Mahasiswa Harus Seimbangkan Studi dan Pengabdian

FOTO | ISTIMEWAAnggota DPR RI asal Aceh HM Nasir Djamil, berpose bersama.
A A A

Harus kita akui, umat kita hari ini sedang sakit. Banyak virus-virus aneh menjangkiti umat ini. Narkoba & pengaruh ideologi komunisme saya kira adalah ancaman nyata untuk generasi muda kita saat ini, dan tentu ini harus segera ditangani secara serius.

H.M.Nasir Djamil, S.Ag, M.Si Anggota DPR RI

BANDAA ACEH - Anggota DPR RI asal Aceh HM Nasir Djamil, mengharapkan agar mahasiswa harus bisa menjadi bagian dari solusi permasalahan umat saat ini, bukan malah menjadi beban atau masalah baru bagi umat.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasir Djamil saat menjadi pemateri pada acara Latihan Kepemimpinan (LK-1) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kota Banda Aceh baru-baru ini. Acara yang berlangsung di Aula Kantor HMI Banda Aceh tersebut diikuti oleh lima puluh-an mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Unsyiah.

Dihadapan para peserta, Nasir Djamil mengungkapkan bahwa sudah saatnya mahasiswa mengambil peran secara jelas & nyata apa yang bisa mereka tawarkan untuk menyelesaikan persolan yang dihadapi masyarakat saat ini.

"Sudah seharusnya mahasiswa mengambil porsi dan peran nyata, kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk menjawab berbagai permasalah yang dihadapi masyarakat saat ini, dan saya kira udah gak zaman aktivitas mahasiwa hanya seputaran kampus, pustaka dan kos-kosan saja." ujar Nasir Djamil.

Nasir melanjutkan, mau tidak mau kita harus mengakui bahwa umat kita hari ini sedang sakit, banyak sekali virus-virus yang menjangkiti umat saat ini, sehingga harus segera diobati dan dicari penawarnanya.

Beberapa permasalahan umat yang menurut Nasir Djamil harus ditangani secara serius misalnya ancaman narkoba & pengaruh ideologi anti pancasila seperti komunisme terhadap generasi muda.

"Harus kita akui, umat kita hari ini sedang sakit. Banyak virus-virus aneh menjangkiti umat ini. Narkoba & pengaruh ideologi komunisme saya kira adalah ancaman nyata untuk generasi muda kita saat ini, dan tentu ini harus segera ditangani secara serius." pungkas Nasir Djamil saat memaparkan materi di hadapan para peserta.

Oleh karena itu menurut anggota Komisi Hukum & HAM DPR RI ini, mahasiswa harus turun tangan dan mengambil porsi yang kira-kira sesuai dan mampu dijalankan dengan kapasitas mereka sebagai mahasiswa.

Ia mencontohkan, untuk kasus penyalahgunaan narkoba misalnya, mahasiswa harus berperan aktif untuk mengkampanyekan bahaya narkoba khususnya untuk generasi muda disekitarnya, atau setidak-tidaknya mahasiswa bisa membentuk komunitas-komunitas anti narkoba dikampus yang kemudian komunitas tersebut juga bisa mengkampanyekan bahaya narkoba lingkungannya masing-masing.

"Sudah seharusnya mahasiswa turun tangan & mengambil porsi yang jelas. Saat ini masalah terbesar kita misalkan narkoba yang terus mengancam anak muda, maka mahasiswa harusnya bisa membentuk komunitas-komunitas anti narkoba dikampus. Kampus kan lingkungannya anak muda, nanti mereka ini kemudian juga bisa kampanye ke masyarakat", ungkap Nasir Djamil.

Kemudian terkait ancaman ideologi komunisme, Politisi PKS ini mengharapkan mahasiswa untuk lebih waspada & lebih peka terhadap perluasan pengaruh komunisme baik yang tampak maupun yang tidak tampak.

Nasir berharap aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMI yang sudah punya bekal pemahaman agama & nasionalisme untuk memberikan pemahaman dan pencerahan kepada mahasiswa lainnya dan juga masyarakat secara umum agar tidak mudah tepengaruh dan terpedaya dengan ideologi-ideologi yang anti pancasila semacam ini.

" Kawan-kawan di HMI ini kan sedikit banyak sudah punya dasar pemahaman terkait nasionalisme dan Islam, maka kalian berkewajiban untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa lainnya dan juga masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan ideologi-ideologi yang anti pancasila semacam ini." tutup Nasir Djamil.

Kawan-kawan di HMI ini kan sedikit banyak sudah punya dasar pemahaman terkait nasionalisme dan Islam, maka kalian berkewajiban untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa lainnya dan juga masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan ideologi-ideologi yang anti pancasila semacam ini.
Kode:47
Sumber:Rilis
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...