Mahasiswa Demo Gubernur Aceh

.
A A A
Apabila tuntutan kami diabaikan, maka kami menggelar pengadilan rakyat untuk mengambilalih pemerintahan yang berpihak kepada rakyak dan pemerintahan taat peraturan perundangan-undangan,

BANDA ACEH - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berdemontrasi di Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Senin 03 April 2017.

Kedatangan mahasiswa tersebut menuntut Gubernur Aceh mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh atau UUPA.

Dalam unjuk rasa tersebut, massa mahasiswa sempat saling dorong dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena pengunjuk rasa mencoba menerobos blokade petugas.

Jaili Farman, koordinator aksi, menyatakan, UUPA dan turunan belum sepenuhnya direalisasikan oleh Pemerintah Aceh, baik eksekutif maupun legislatif.

"UUPA juga bukan milik sekelompok orang dan juga bukan milik pejabat. Undang-undang ini milik rakyat Aceh," kata Jaili Farman.

Selain itu, massa mahasiswa juga mendesak pemerintah pusat untuk menghormati keistimewaan dan kekhususan Aceh. Kekhususan dan keistimewaan tersebut dijamin undang-undang dasar.

"Apabila tuntutan kami diabaikan, maka kami menggelar pengadilan rakyat untuk mengambilalih pemerintahan yang berpihak kepada rakyak dan pemerintahan taat peraturan perundangan-undangan," kata dia.

Usai menyampaikan tuntutannya, massa mahasiswa meninggalkan Kantor Gubernur Aceh. Mereka bergerak menunju ke Kantor DPRA menyampaikan tuntutan serupa.

Aksi sempat sempat dikecam kalangan wartawan karena pengunjuk rasa sempat menyatakan wartawan harus membuat berita yang benar. Jika tidak, massa mahasiswa menuntut media.

Selain itu, pengunjuk rasa tidak memperlihat sikap simpati ketika diwawancara wartawan. Koordinator aksi ditarik oleh rekannya ketika wawancara baru dilakukan.

Aksi tersebut juga meninggalkan sampah berupa gelas plastik bekas air minum. Serta kertas berisikan pernyataan mahasiswa.

Kode:47
Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...