Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Mahasiswa Aceh Penerima Bansos Jadi 1.297 Orang

HUMAS DAN PROTOKOL SETDA ACEHKepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, S.STP, MM
A A A

BANDA ACEH - Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan, pengiriman bantuan sosial tunai dampak Covid-19 dari Pemerintah Aceh untuk mahasiswa asal Aceh yang kuliah di luar provinsi dan luar negeri akan terus berlanjut. Sebab, kata dia, data mahasiswa calon penerima bantuan sosial terus bertambah jumlahnya.

"Per hari ini Pemerintah Aceh sudah mentransfer Bansos tunai untuk 1.297 orang mahasiswa Aceh yang kuliah di luar. Artinya, bertambah 159 orang penerima dari jumlah yang terupdate terakhir dan pengiriman Bansos ini masih terus berlanjut, "ujar Iswanto, di Banda Aceh, Jumat, (19/6/2020).

Iswanto menyebutkan, mahasiswa asal Aceh yang berkuliah di provinsi lain di luar Aceh, akan mendapatkan bantuan sosial maksimal sebesar Rp1 juta. Sedangkan untuk mahasiswa Aceh yang berkuliah di luar negeri, bantuan sosial yang diberikan maksimal sebesar Rp2,5 juta.

Kepala Biro Humas dan Protokol itu menjelaskan, per hari ini, jumlah berkas mahasiswa Aceh di luar provinsi dan luar negeri yang diterima pihaknya bertambah menjadi 1.606 berkas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.297 berkas sudah ditransfer, 136 masih dalam proses dan 173 tidak memenuhi syarat.

Iswanto melanjutkan, sebanyak 136 orang yang masih dalam proses tersebut, dikarenakan ada bahan yang belum lengkap dan adanya kesalahan berkas. Mulai dari buku bank yang tidak terbaca di sistem atau karena buku bank yang beda dengan nama pemohon.

"Sedangkan 173 berkas lagi tidak memenuhi syarat, itu disebabkan pemiliknya berstatus Pegawai Negeri Sipil, dosen dan tidak ber-KTP Aceh, " ujar dia.

Ia berujar, bahwa Bansos itu merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Aceh terhadap para Mahasiswa Aceh yang masih bertahan di negeri orang dan belum bisa kembali ke kampung halaman, akibat pandemi Covid-19.

"Semoga bantuan dari Pemerintah ini dapat membantu putra-putra Aceh yang sedang menuntut ilmu di luar negeri di tengah wabah virus corona," ujar Iswanto.

Iswanto menambahkan, Bansos dampak Covid-19 bagi mahasiswa asal Aceh itu bukan bersumber dari Biaya Tak Terduga atau BTT, tetapi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020.

Para Mahasiswa Aceh yang telah menerima Bansos Dampak Covid-19 itu tersebar di berbagai provinsi dan negara. Mulai dari Medan, Padang, Jakarta, Jogjakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, serta sejumlah provinsi lainnya. Sedangkan pelajar Aceh penerima Bansos dampak Covid-19 di luar negeri, tersebar di, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Sudan, Iran, Tunisia, Belanda, India, Inggris, dan sejumlah negara lainnya.

Rubrik:PEMDA ACEH

Komentar

Loading...