Hidupkan Kearifan Lokal,

MAA Gelar Lomba Dalail Khairat

DSC_3501
A A A
Tradisi dan budaya Islami seperti ini merupakan jiwa kita sebagai sebuah bangsa. Ia sudah terstruktur dan sedemikian kuat dalam perjalanan sejarah endatu kita. Hal tersebut tergambar jelas dalam sebuah hadih maja; Adat ngen hukom lagee dzat ngen sifeut, syit ka hanjeut meupisah dua. Oleh karena itu, tradisi keagamaan yang sudah menjadi budaya kita ini tidak boleh luntur sedikit pun atau hilang eksistensinya digerus budaya luar,

BANDA ACEH - Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh kembali menggelar Perlombaan Dalail Khairat antar kecamatan dalam wilayah Banda Aceh. Perlombaan yang berlangsung selama tiga malam 19-21 April 2017 dipusatkan di Halaman Masjid Al-Furqan, Gampong Beurawe.

Agenda tahunan MAA Banda Aceh tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh Mairul Hazami, mewakili Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Rabu (19/4/2017) malam.

Dalam sambutannya tertulisnya yang dibacakan Mairul, Walikota Illiza menyebutkan Dalail Khairat merupakan salah satu bentuk syiar Islam yang sudah menjadi adat dan budaya masyarakat Aceh.

Tradisi Islam yang sudah mendarah-daging dalam kehidupan sosial dan sejarah masyarakat ini, sebutnya lagi, harus dihidupkan secara terus menerus, sehingga dapat menjadi trend di kalangan pemuda. “Dengan begitu, dalalil khairat akan dapat menjadi filter terhadap arus globalisasi dan imperialisme budaya asing.”

“Tradisi dan budaya Islami seperti ini merupakan jiwa kita sebagai sebuah bangsa. Ia sudah terstruktur dan sedemikian kuat dalam perjalanan sejarah endatu kita. Hal tersebut tergambar jelas dalam sebuah hadih maja; Adat ngen hukom lagee dzat ngen sifeut, syit ka hanjeut meupisah dua. Oleh karena itu, tradisi keagamaan yang sudah menjadi budaya kita ini tidak boleh luntur sedikit pun atau hilang eksistensinya digerus budaya luar,” pesan Illiza.

Pemko Banda Aceh, sambungnya, sangat mendukung berbagai upaya yang dilakukan dalam rangka menghidupkan syiar Islam di gampong-gampong. Dengan kegiatan ini, dan kegiatan sejenis lainnya, kami yakin generasi muda akan menjadi lebih mencintai dan merasa bangga dengan adat mereka. Lebih dari itu, hal ini juga mendorong kebiasaan generasi muda untuk terus berpegang pada syariat Islam.”

Sebelumnya di tempat yang sama, Ketua MAA Banda Aceh Sanusi Husen yang juga menjadi ketua panitia menyebutkan perlombaan dalail khairat ini diikuti oleh sembilan grup yang masing-masing mewakili sembilan kecamatan dalam wilayah Banda Aceh.

Sebagai hadiah lomba, ujarnya, pihaknya selaku panitia menyediakan trofi plus dana pembinaan. “Untuk Juara I kita berikan trofi dan dana bantuan pembinaan sebesar Rp6,1 juta, Juara II trofi dan dana pembinaan Rp5,1 juta, dan Juara III berhak atas trofi plus dana Rp4,1 juta. Kepada grup peserta lainnya kami juga menyediakan hadiah masing-masing Rp1 juta.”

“Kegiatan ini kami gelar untuk menghidupkan kembali kearifan lokal yang ada pada masyarakat Aceh khususnya Kota Banda Aceh. Harapan kita semua tentunya dengan telah membudaya kembali Dalail Khairat di gampong-gampong, maka akan menambah syiar pelaksanaan Syariat Islam di kota kita tercinta ini,” katanya.

Penulis:Jun
Editor:AK Jailani
Kode:47
Sumber:Release
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...