Sah!

MA Putuskan Romi-Arsul Pengurus PPP 2016-2021

FOTO | ISTIMEWADua kubu berebut kantor PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta
A A A
Menolak permohonan kasasi PPP yang diwakili Djan Faridz-Achmad Dimyati Natakusumah,

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) menolak gugatan Djan Farid-Achmad Dimyati Natakusumah. Alhasil, pengurus PPP 2016-2021 adalah M Romahurmuziy sebagai Ketum, dan Arsul Sani sebagai Sekjen.

Kasus bermula saat Djan Faridz menggugat SK Menkum HAM Nomor M.HH-06.AH.11.01 tertanggal 27 April 2016. Dalam SK itu, ditetapkan susunan PPP 2016-2021 diketuai Romi dengan Sekjen Arsul Sani.

Atas hal itu Djan tidak terima dan mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta. Di tingkat pertama itu, Djan Faridz menang. Pada 22 November 2016, majelis hakim mencabut SK Kemenkum HAM tersebut.

Tapi di tingkat banding, kondisi berbalik. Pada 6 Juni 2017, Pengadilan Tinggi TUN Jakarta membatalkan putusan PTUN Jakarta dan menyatakan gugatan Djan Farid tidak dapat diterima.

Atas kedudukan 1:1 itu, Djan Faridz mengajukan kasasi. Apa kata MA?

"Menolak permohonan kasasi PPP yang diwakili Djan Faridz-Achmad Dimyati Natakusumah," demikian lansir website MA yang dikutip detkcom, Senin (25/12/2017).

Putusan itu diketok pada 4 Desember 2017 lalu oleh ketua majelis Yulius dengan anggota Yosran dan Is Sudaryono. Menurut majelis kasasi perkara yang dipersoakan merupakan kewenangan pengadilan umum, bukan PTUN.

"Karena penyelesaian atas substansi sengketa kepengurusan DPP PPP melalui peradilan umum belum disentuh dan diberikan putusan yang berkekuatan hukum tetap, maka gugatan TUN adalah prematur. Dalam arti belum dapat diadili oleh PTUN. Dengan kata lain PTUN belum berwenang untuk memeriksa mengadili sengketa ini," ujar majelis.

Karena penyelesaian atas substansi sengketa kepengurusan DPP PPP melalui peradilan umum belum disentuh dan diberikan putusan yang berkekuatan hukum tetap, maka gugatan TUN adalah prematur. Dalam arti belum dapat diadili oleh PTUN. Dengan kata lain PTUN belum berwenang untuk memeriksa mengadili sengketa ini,
Kode:47
Sumber:detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...