Badan Narkotika Nasional,

LSM Harus Terlidat dalam Pemberantasan Narkoba

FOTO | ISTIMEWAnggota Komisi III DPR RI, M.Nasir Djamil, M.Si mengharapakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh agar melibatkan dan mengikutsertakan LSM-LSM anti narkoba dalam memberantas peredaran & penyalahgunaan narkoba di Aceh.
A A A

BNN harus membangun komunikasi efektif dengan Pemerintah Aceh dan DPRA agar pemerintah Aceh dan DPRA juga konsen dan menunjukkan keberpihakannya khususnya dalam kaitan alokasi anggaran untuk pemberantasan narkoba di Aceh. Semoga saja rencana BNN dan pemerintah Aceh untuk memperbaharui MOU bisa segera terealisasi.

HM. Nasir Djamil Anggota DPR RI

BANDA ACEH - Anggota Komisi III DPR RI, M.Nasir Djamil, M.Si mengharapakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh agar melibatkan dan mengikutsertakan LSM-LSM anti narkoba dalam memberantas peredaran & penyalahgunaan narkoba di Aceh.

Hal tersebut di sampaikan Nasir Djamil saat melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjend Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, MH. & jajarannya, di kantor BNN Provinsi Aceh, Jumat (27/10/2017). Selain jajaran BNN Provinsi Aceh, hadir juga dalam pertemuan tersebut Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Aceh.

Nasir mengungkapkan bahwa pemberantasan narkoba harus dilakukan secara massif dan bersama-sama serta melibatkan semua pihak termasuk para aktivis pegiat anti narkoba.
"Para bandar dan sindikat narkoba ini kan sangat kuat, dan mereka punya kaki & jaringan dimana-mana, maka untuk melawan mereka tentu semua kita harus bersatu & bahu-membahu." pungkasnya.

Salain itu, Nasir juga menyebutkan bahwa BNN Provinsi Aceh harus terus membangun sinergisitas dengan pemerintahan daerah, dalam hal ini Pemerintah Aceh dan DPRA agar elemen pemerintah daerah ini juga bisa konsen untuk memikirkan bagaimana menyelesaikan problem narkoba di Aceh.

"BNN harus membangun komunikasi efektif dengan Pemerintah Aceh dan DPRA agar pemerintah Aceh dan DPRA juga konsen dan menunjukkan keberpihakannya khususnya dalam kaitan alokasi anggaran untuk pemberantasan narkoba di Aceh. Semoga saja rencana BNN dan pemerintah Aceh untuk memperbaharui MOU bisa segera terealisasi." ungkap Nasir.

Terkait surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 50 Tahun 2017 yang salah satu subtansinya adalah melaksanakan tes urine kepada seluruh aparatur Negara/Pegawai termasuk Calon Aparatur Sipil Negara yang tes tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dengan BNN, maka Nasir berharap agar dalam hal ini BNN Provinsi Aceh bisa melibatkan dan mengikutsertakan para pegiat anti narkoba dan LSM-LSM anti narkoba di Aceh, agar mereka pun ikut membantu menyukseskan pelaksanaan tes-tes ini.

"Terkait surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, saya sih berharap agar BNN Aceh bisa melibatkan kawan-kawan dari LSM anti narkoba ini, agar kiranya mereka juga bisa membantu menyukseskan pelaksanaannya". Tutup Nasir.

Calon Tenaga Sipir Kemenkumham Harus di Tes Urine
Sebelumnya, pada Jum'at pagi Nasir Djamil meninjau langsung pelaksanaan tes kesamaptaan CPNS tenaga Sipir Kanwil Kemenkumham Aceh, di komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Banda Aceh, dimana pada hari jum'at merupakan hari terakhir pelaksanaan tes tersebut.

Pada kesempatan itu, Politisi PKS Asal Aceh tersebut berharap agar para calon tenaga Sipir Kemenkumham yang lulus nanti dilakukan tes urine, untuk memastikan bahwa calon-calon sipir tersebut benar-benar terbebas dari pengaruh narkoba. Oleh karenanya Nasir berharap agar pihak Kanwil Kemenkumham Aceh untuk segera berkoordinasi dengan BNN Provinsi Aceh guna membantu pelaksanaan tes urine itu.

"Kita berharap calon-calon tenaga Sipir yang lulus ini nanti di tes urine, agar bisa dipastikan mereka yang lulus adalah pemuda-pemudi terbaik & terbebas dari pengaruh narkoba."ungkap nasir.

Karenanya, menurut Nasir Djamil sudah menjadi rahasia umum bahwa Lapas dan Rutan selama ini juga belum bersih & bahkan banyak para bandar narkoba mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas tersebut.

"bukan tidak mungkin para bandar-bandar besar narkoba saat ini juga melirik dan bisa jadi memasang kaki melalui calon-colon tenaga Sipir yang sedang direkrut ini. Makanya kalaupun itu ada, kakinya itu harus duluan kita potong, salah satu caranya yaitu dengan tes urin ini." tegas Nasir.

Terkait surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, saya sih berharap agar BNN Aceh bisa melibatkan kawan-kawan dari LSM anti narkoba ini, agar kiranya mereka juga bisa membantu menyukseskan pelaksanaannya
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...