Longsor Tutupi Badan Jalan Ujong Murong

FOTO | ISTIMEWAMaterial longsor kembali menutupi separuh badan jalan Ujong Murong menuju kawasan wisata Pantai Gapang, Iboih, serta Tugu Kilometer Nol Indonesia di Sabang
A A A

SABANg - Material longsor kembali menutupi separuh badan jalan Ujong Murong menuju kawasan wisata Pantai Gapang, Iboih, serta Tugu Kilometer Nol Indonesia di Sabang.

Peristiwa itu dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak Minggu malam sampai Senin dini hari, dan warga masyarakat menyingkirkan bebatuan longsoran sehingga separuh jalan itu telah bisa dilintasi mobil.

Kepala BPBD Kota Sabang T Zakaria mengimbau kepada pengguna jalan yang melintasi jalan Tanjakan Cot Murong, Iboih lebih berhati-hati ketika melewati tebing yang rawan longsor itu.

"Kepada masyarakat maupun wisatawan yang melintasi Tebing Ujong Mutong diharapkan lebih berhati-hati dan petugas akan segera membersihkan longsor yang menutupi badan jalan itu," katanya.

Sebelumnya, Badan Lingkungan Hidup Kota Sabang mencatat, lokasi tersebut sudah 14 kali terjadi longsor terhitung sejak tahun 2000 sampai 2017.

Sekretaris BLH Kota Sabang Amirza menjelaskan, tanjakan Ujong Morong merupakan kawasan labil struktur geologi, karena merupakan kawasan hutan tropis tingkat kelembaban pada tofografi 45 persen dengan ketinggian rata-rata 500 meter dari permukaan laut.

"Di bawah jalan tanjakan Ujong Murong perbukitan terdapat sesar gunung berapi (Jaboi) yang memiliki solfatara. Apabila diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat di bawah terjadi tekanan, dan di atas pun ada tekanan tinggi sehingga menyebabkan longsor," kata Sekretaris BLH Kota Sabang.

Pemerintah daerah pun sudah berulang kali membuat dam talut di lokasi longsor tersebut meskipun bukan solusi yang tepat. BLH Kota Sabang pun pernah mengusulkan pengalihan jalur agar dapat mencegah korban.

Pihaknya sudah mengusulkan pengalihan jalan itu sejak tahun 2000-an, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.

"Solusinya jalan itu harus segera rubah trase lewat pesisir dengan topografi 15 persen dari permukaan laut agar dapat menghindari rawan bencena longsor," katanya lagi.

Ia mengatakan, jalan yang dibangun tahun 1995-an tersebut tidak melalui prosedur dan tanpa studi amdal. Jika tidak segera dialihkan dikawatirkan saat terjadi curah hujan yang tinggi, kembali terjadi longsor.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...