Yuk Deteksi Masalah Kesehatan,

Lewat Perubahan pada Wajah

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

JAKARTA - Mata kecil atau belo, hidung pesek atau mancung, bibir tebal atau tipis — semua karakteristik wajah ini amat dipengaruhi oleh genetik warisan ayah ibu Anda. Namun ternyata, bentuk dan ciri fisik wajah Anda juga dapat menjadi cerminan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, anda tidak boleh mengabaikan berbagai tanda perubahan yang muncul di wajah.

Mendeteksi masalah kesehatan lewat berbagai karakteristik wajah, seperti dilansir dari hellosehat.com:

1. Wajah berbulu
Tumbuh jenggot dan kumis bagi pria adalah sebuah kebanggaan dan tanda kejantanan. Sebaliknya, perempuanlah yang harus waspada jika wajahnya ditumbuhi bulu-bulu halus, entah kumis, jenggot, atau bahkan jambang di sisi rahang.

Ini adalah kondisi yang disebut hirsutisme, tanda adanya kelebihan hormon seks pria androgen. Dalam beberapa kasus, ketidakseimbangan hormon ini tidak perlu begitu dikhawatirkan. Namun hirsutisme juga bisa menjadi salah satu gejala sindrom ovarium polikistik (PCOS). Terutama apabila disertai dengan menstruasi yang tidak teratur dan nyeri PMS yang hebat.

2. Mata dan kulit wajah yang kuning
Bagian putih mata dan rona kulit yang menguning kusam tanda bahwa hati tidak bekerja dengan baik untuk membilas racun dan limbah kotoran dalam tubuh. Perubahan warna ini adalah tanda penyakit kuning, yang umumnya tampak sebagai gejala penyakit hati (hepatitis baik virus atau autoimun, sirosis, perlemakan hati), pankreatitis akut, gangguan empedu, ketergantungan alkohol (alkoholisme), infeksi (mononucleosis, malaria, leptospirosis), hingga kanker hati.

3. Mata panda
Lingkaran hitam di bawah mata umumnya disebabkan karena keseringan begadang. Namun pada beberapa orang tertentu, mata panda bisa jadi pertanda kondisi yang dinamakan shiners allergy. Lingkaran hitam mata khas shiners allergy terjadi akibat saluran sinus hidung yang tersumbat sebagai reaksi alergi.

Mata panda ini biasanya berciri mirip lebam dengan warna ungu tua kebiruan. Sedikit berbeda dengan lingkaran mata hitam yang Anda dapat setelah tidak tidur berhari-hari. Shiners allergy juga akan disertai rekasi alergi khas pada umumnya, seperti mata merah gatal, hidung berair, dan bersin-bersin. Shiners allergy biasanya disebabkan oleh alergi makanan, alergi debu, hingga alergi tungan dan asap rokok atau asap kendaraan.

4. Bibir pecah-pecah
Bibir kering dan pecah-pecah bukan saja hanya disebabkan oleh panas dalam. Ini bisa menjadi tanda dehidrasi dan kekurangan gizi, seperti niasin atau zink. Kekurangan niasin dan zink lebih umum terjadi pada vegetarian, karena dua mineral ini paling banyak ditemukan dalam daging ayam, hati ayam, dan ikan. Bibir pecah-pecah juga bisa menjadi pertanda sindrom iritasi usus (IBS), herpes oral, hingga penyakit Kawasaki (namun lebih umum pada anak-anak).

5. Ujung bibir atau mulut lecet
Ujung atau pinggiran bibir yang luka, lecet, timbul bercak merah dan membengkak adalah tanda cheilitis angular. Kondisi ini cukup umum, seringnya disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi, terutama zat besi, vitamin B-2 dan B-12. Untuk mengatasinya, perbanyaklah makanan yang kaya zat besi dan vitamin B, seperti sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, daging ayam, dan daging sapi. Jika masih terus berlanjut, hubungi dokter.

6. Kulit pucat
Karakteristik wajah pucat umumnya menandakan Anda memang sedang sakit atau tidak fit. Ini juga bisa disebabkan oleh kekurangan darah merah pertanda anemia defisiensi zat besi atau defisiensi folat. Untuk mengatasinya, perbanyaklah makan sayuran berdaun hijau gelap, tomat, daging, kacang, dan telur untuk mencukupi kebutuhan gizi harian Anda.

Ingat, tidak berarti jika Anda memiliki salah satu (atau lebih) karakteristik wajah ini lantas menandakan Anda benar-benar sakit. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...