Ramai-Ramai

Kutuk Aksi Penembakan di Masjid Selandia Baru

FOTO | okezone.com.
A A A

JAKARTA - Aksi penembakan di sebuah masjid di Chischurch, Selandia Baru menewaskan 49 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Parahnya, aksi salah satu pelaku yang merupakan warga negara Australia, Brenton Tarrant disiarkannya melalui livestream Facebook. Sontak aksi itu mendapat kecaman di seluruh dunia.

Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi juga mengecam keras aksi penembakan di masjid Selandia Baru.

"Saya mengecam tindakan kejam dan biadab itu," ujar Bursah saat dihubungi.

Menurut Bursah, apapun alasannya, aksi teror tidak bisa dibenarkan dan itu kejahatan luar biasa. Karenya, menurut Bursah, terorisme harus menjadi musuh bersama semua negara-negara di dunia.

"Karena kita ingin dunia ini aman dari segala kejahatan dan terorisme," tukas Bursah.

Bursah juga meminta pemerintah Selandia Baru segera mengusut dan menangkap aktor pelaku teror di dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru).

"Merka harus ditangkap dan dihukum seberat-beranya," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menyatakan bahwa pihaknya mengutuk aksi keji Brenton kepada umat muslim di Selandia Baru. Pemuda Muhammadiyah sendiri menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan aksi dari seorang teroris yang biadab.

"Salah satu teroris penembakan adalah warga Negara Australia Brenton Tarrant pernah menulis manifesto setebal 73 halaman yang menyatakan niat jahatnya. Hal ini tentu diketahui oleh semua orang terutama intelijen New Zealand. Sangat mencurigakan di mana tidak ada tindakan pencegahan dari pihak terkait," ungkap Sunanto

Kecaman juga datang dari Konferensi Waligereja (KWI) dan umat Katolik Indonesia. Mereka berharap kalau dari kejadian ini tidak merusak hubungan antar agama dan suku, terutama di Indonesia.

"Tindakan penyerangan yang menewaskan 40 orang tersebut sungguh-sungguh tindakan tak beradab dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama apapun dan nilai-nilai kemanusiaan universal," bunyi keterangan yang diterima Okezone.

"Akhirnya, KWI dan umat Katolik Indonesia menghimbau dan berharap agar peristiwa di Selandia Baru itu tidak merusak hubungan antara umat beragama dan antar etnis yang berbeda, terutama di Indonesia yang selama ini sudah berjalan baik," tulis keterangan tersebut.

Sumber:okezone.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...