Amerika Serikat,

Kurangi Staf Kedubes dan Larang Warganya ke Kuba

FOTO | ISTIMEWAAS mengurangi staf diplomatik dan melarang warganya ke Kuba pasca insiden misterius yang menargetkan staf kedubesnya di Havana.
A A A
Sampai pemerintah Kuba dapat meyakinkan Amerika Serikat akan keamanan personil pemerintah AS di Kuba, kedutaan kami akan dikurangi menjadi petugas darurat sehingga dapat meminimalkan jumlah personil pemerintah AS yang berisiko terkena paparan,

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengurangi kehadiran diplomatiknya di Havana lebih dari setengah dan akan memperingatkan warganya untuk tidak mengunjungi Kuba. Kebijakan ini sebagai efek dari serangan yang ditargetkan dan melukai setidaknya 21 personel Kedubes AS.

"Sampai pemerintah Kuba dapat meyakinkan Amerika Serikat akan keamanan personil pemerintah AS di Kuba, kedutaan kami akan dikurangi menjadi petugas darurat sehingga dapat meminimalkan jumlah personil pemerintah AS yang berisiko terkena paparan," ujar pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.

"Operasi visa rutin ditangguhkan tanpa batas waktu," kata pejabat tersebut, yang seperti orang lain dalam sebuah konferensi telepon dengan wartawan yang berbicara tanpa menyebut nama.

Dia juga mengatakan bahwa staf kedutaan yang tidak penting akan ditarik dan juga semua anggota keluarga seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/9/2017).

Perwira AS dan kongres mengatakan bahwa Washington menyusun sebuah rencana untuk menarik staf dari kedutaan Havana. Kebijakan itu sebagai tanggapan atas insiden misterius yang telah merugikan kesehatan beberapa diplomat AS di negara itu.

Pemerintah Kuba telah membantah turut berperan dalam serangan itu dan melakukan investigasi. Tapi sejauh ini dikatakan tidak dapat menentukan penyebabnya.

Pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa baik pemerintah AS maupun Kuba tidak dapat mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Pemerintah Kuba bertanggung jawab untuk mengambil semua langkah yang tepat untuk mencegah serangan terhadap personil diplomatik kami di Kuba," tegasnya.

Evakuasi sebagian, sementara digambarkan sebagai tindakan pengamanan, dapat mengirimkan pesan ketidaksenangan AS atas penanganan Kuba terkait masalah tersebut. Efek lain adalah memberikan pukulan terhadap kebijakan mantan Presiden AS Barack Obama yang terlibat dengan perang Dingin melawan Kuba.

Meskipun Washington tidak menyalahkan langsung pihak berwenang Kuba, Sekretaris Negara Rex Tillerson mengingatkan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez di Washington tentang kewajiban Kuba untuk melindungi diplomat dan keluarga mereka.

"Gejala dari 21 personel kedutaan AS yang terluka termasuk gangguan pendengaran, pusing, tinnitus, masalah keseimbangan, keluhan penglihatan, sakit kepala, kelelahan, masalah kognitif dan sulit tidur," pejabat senior Departemen Luar Negeri tersebut mengatakan.

"Karena keamanan personil kami berisiko dan kami tidak dapat mengidentifikasi sumber serangan tersebut, kami percaya bahwa warga AS juga mungkin berisiko dan memperingatkan mereka untuk tidak melakukan perjalanan ke Kuba," pejabat tersebut menambahkan.

Karena keamanan personil kami berisiko dan kami tidak dapat mengidentifikasi sumber serangan tersebut, kami percaya bahwa warga AS juga mungkin berisiko dan memperingatkan mereka untuk tidak melakukan perjalanan ke Kuba,
Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...