Final Piala AFF 2016

Kuota Pemain Dinilai Jadi Berkah untuk Timnas Indonesia

FOTO | IstimewaTimnas Indonesia
A A A

JAKARTA - Bagi Jacksen F Tiago, pembatasan kuota pemain justru jadi berkah bagi Timnas Indonesia. Pasalnya banyak pemain muda yang naik daun di AFF Suzuki Cup 2016.

Masalah demi masalah mengiringi perjalanan Indonesia menuju Piala AFF. yang paling bikin pusing pelatih Alfred Riedl tentu adalah pembatasan pemain yang diterapkan oleh klub-klub Indonesia Soccer Championship (ISC).

Klub-klub dan PSSI bersepakat hanya dua pemain yang boleh dibawa Riedl ke dalam skuatnya. Tentu saja ini merugikan mengingat Riedl tak bisa berkreasi sesuka hatinya meramu tim.

Dengan terbatasnya jumlah pemain, Rield hanya bisa memainkan beberapa penggawa senior seperti Boaz Solossa, Benny Wahyudi, Kurnia Meiga, Andritany, Gunawan Dwi Cahyo, Ferdinand Sinaga, dan Evan Dimas.

Bahkan saat harus kehilangan Irfan Bachdim karena cedera engkel beberapa hari sebelum turnamen dimulai, Riedl terpaksa memanggil Muchlis Hadi Ning yang minim pengalaman.

Tapi tak disangka-sangka, dengan keterbatasan yang ada, 'Skuat Garuda' malah bisa terbang tinggi dan selangkah lagi menuju trofi Piala AFF pertamanya setelah menang 2-1 atas Thailand di leg pertama final hari Rabu (14/12) lalu.

Hanya butuh hasil imbang untuk Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara tahun ini saat bermain di Rajamangala Stadium, Sabtu (17/12) malam WIB nanti.

Menurut Jacksen yang sempat menangani Indonesia di tahun 2013, keterbatasan skuat yang ada ini membuat para pemain muda bisa naik daun dan membuktikan bahwa tim asuhan Alfred Riedl itu tetap tangguh tanpa adanya pemain-pemain bintang..

"Bahwa ini adalah moment terbaik Indonesia dan dengan kondisi yang semua klub Indonesia cuma bisa sediakan dua pemain kepada timnas. Menjadi berkah tersendiri buat wajah-wajah baru seperti Hansamu, Fachruddin, Lilipaly, Lerby, Manahati, Basna, dan lainnya," tutur Jacksen dalam perbincangannya dengan detikSport.

Mungkin di awal kita semua komplain kebijakan tersebut, tapi itulah Tuhan. Dimana ada keadilan, disitulah kebaikan akan terjadi. Tinggal dimana kita tempatkan pikiran kita, yaitu dari sisi positif atau negatif," sambungnya.

Poin lebih penting untuk Jacksen adalah pembatasan pemain ini jadi momentum untuk Indonesia melakukan regenerasi untuk masa depan timnas.

"Kuota pemain cuma dua dari masing-masing klub, menjadi hal yang paling menarik buat saya. Karena dengan sendirinya keputusan tersebut memaksa pihak timnas menjadi adil dengan semua klub yang ada di Indonesia," papar pelatih yang meraih sukses besar bersama Persipura Jayapura tersebut.

"Sehingga memberi kesempatan kepada PSSI melakukan sebuah langkah ke arah regenerasi pemain Timnas Indonesia. Itulah harapan saya sejak mulai menanggani Timnas pada tahun 2013 lalu. Itu akan berdampak kepada masa depan sepakbola Indonesia. Akan terjadi sebuah paradigma yang baru nanti, dengan pemain muda maupun pemain yang belum terkenal. Yang akan merasa juga mampu mencapai Timnas nanti," tutupnya.

Sumber:detik.com
Rubrik:Sport

Komentar

Loading...