Anggota DPRK Banda Aceh,

Kunjungi Bayi Penderita Gizi Buruk

FOTO | PRAJAArida Sahputra
A A A

Karena kasus gizi buruk di Kota Banda Aceh ini bukan yang pertama kali. Beberapa tahun lalu ada yang sudah meninggal dunia di Gampong Beurawe. Dan itu tidak ada yang tahu dari pemko bahkan warga sekitar,

Arida Sahputra, A.Md Anggota DPRK Banda Aceh

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Arida Sahputra bersama Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) mengunjungi bayi atas nama Bunga yang mengalami gizi buruk di jalan Tanggul Gampong Kuta Alam Kota Banda Aceh, Kamis (12/10/2017).

Bunga merupakan anak dari Nurhayati (21 tahun) dengan Adi Sahputra (28 tahun). Mereka menetap dikamar kontrakan yang berukuran 3 x 3 meter.

Kamar tersebut disewa perbulan Rp200.000,- yang dibayar perhari Rp5.000,- sampai dengan Rp10.000,-. Semua kebutuhan dan perlengkapan seperti memasak, makan, menerima tamu, lemari, peralatan dapur dan tidur didalam kamar yang berukuran 3 x3 meter tersebut.

Sedangkan penghasilan Adi Sahputra dari hasil mengamen perharinya antara Rp20.000,- sampai Rp30.000. Dari penghasilan tersebut Adi menghidupi 3 orang anak dan Nur Hayati istrinya yang selama ini hanya sebagai ibu rumah tangga.

Kepada Arida dan KSDA, Adi menyebutkan bahwa anak pertama mereka saat ini sudah berumur 6 tahun, namun tidak bersekolah karena persoalan biaya.

“Jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan saja mereka sering jamak dari sarapan pagi, siang makannya di malam hari,”ujar Adi seperti diceritakan pada Arida.

Sementara Bunga (8 bulan) yang mengalami gizi buruk sudah tidak diberikan ASI lagi. Sehingga diberikan air manis (gula) untuk menutupi kebutuhan gizi Bunga.

Kepada anggota DPRK Banda Aceh itu ia juga mengaku selama ini mereka tidak pernah menerima bantuan sepeserpun. bahkan beras raskin mereka tidak pernah dapat, bantuan dari gampong juga mereka tidak pernah.

Adi Sahputra mengaku tidak pernah sempat mengurus KTP & KK ke kantor Keuchik karena sibuk mengamen.

Menanggapi hal itu Arida Sahputra mengaku sangat prihatin karena ternyata di Kota Banda Aceh masih ada warga yang gizi buruk.

Arida Sahputra mengaku sudah berkomunikasi dengan Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh Dodi Haikal dan bahkan mengajak turun kelapangan melihat kondisi Bunga. “Namun pak Dodi kami nilai belum serius menanggapi hal ini. Beliau hanya mengirimkan TIM untuk memverifikasi kasus yang sudah kami laporkan ini,”ujarnya.

Arida Sahputra bahkan meminta agar Dinas Sosial Kota Banda Aceh harus responship terhadap kondisi warga kota yang membutuhkan perhatian serius.

“Karena kasus gizi buruk di Kota Banda Aceh ini bukan yang pertama kali. Beberapa tahun lalu ada yang sudah meninggal dunia di Gampong Beurawe. Dan itu tidak ada yang tahu dari pemko bahkan warga sekitar,”tambahnya.

Selain memberikan sumbangan, pada kesempatan itu Arida Sahputra juga mengaku berkomitmen untuk mengadvokasi kasus ini bersama KSDA Kota Banda Aceh. “Saya akan terus berkomunikasi dengan Dinas Sosial, Baitul Mal dan Pemko untuk membantu Bunga”tambahnya.

KSDA Banda Aceh menurutnya juga terus memperhatikan Bunga dengan membuka rekening donasi untuk membantu keluarga miskin tersebut. Bagi donatur yang ingin menyumbang bisa transfer ke 0611195745 (BNI) a.n. Cut Rizki Azura, bendahara KSDA Banda Aceh dengan nomor konfirmasi 0811-6823-332. (Ihan KSDA).

Jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan saja mereka sering jamak dari sarapan pagi, siang makannya di malam hari,
Penulis:Praja
Editor:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...