Kunjungan “Yacht” ke Sabang meningkat 600 persen

FOTO | ISTIMEWAYacht
A A A

SABANG — Kapala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Fauzi Husen menyampaikan, kunjungan wisatawan asing pengguna kapal layar (yacht) meningkat hingga 600 persen selama selama 2016 dibanding 2015.

"Kunjungan kapal layar dari belahan dunia meningkat 600 persen ke Sabang pada tahun 2016 dibandingkan dengan 2015," kata Kepala BPKS Sabang didampingi Kepala Kepelabuhanan BPKS Sabang Zulkarnaini Abdullah di Sabang.

Ia menjelaskan kapal layar yang berkunjung ke Sabang, Aceh pada tahun 2016 sebanyak 63 armada dan berasal dari Asia, Eropa dan Afrika.

"Semua ada 63 kapal layar yang berkunjung ke Sabang dan per kapal layar itu ditumpangi oleh dua sampai tiga dan mereka berasal dari Asia, Eropa bahkan Afrika," jelasnya.

Kemudian, pada tahun 2015 lalu jumlah kunjungan kapal layar ke Sabang, Aceh sebanyak 10 armada dan berasal dari Thailand, Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Selandia Baru, Swiss dan Kanada.

Wisatawan asing tersebut melakukan aktifitas wisata bahari di Sabang, seperti menyelam di 20 lokasi penyelaman yang tersebar di pulau paling ujung barat Indoensia.

Sebelumnya, Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang Zulfi Purnawati menyatakan, sebanyak 20 titik penyelaman terbaik yang tersebar di pulau paling ujung barat Indonesia sudah diselami ribuan para penyelam belahan dunia.

"Kita punya 20 titik 'dive' yang tersebar di seluruh Pulau Weh yang sudah diselami ribuan penyelam lokal dan asing dari belahan dunia dan mereka datang langsung dari berbagai negara khusus untuk diving di Sabang," katanya.

Lokasi penyelaman terbaik meliputi, bangkai kapal Jerman (Sophie Rickmers), Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Meuduro, Batee Tokong, Batee Gla, Rubiah Utara, Rubiah Seagarden, Pante Peunateung, Pante Seuke, Pante Ideu, Long Angen atau Pantee Gua, Limbo Gapang, Arus Balee, Seulako Drift.

Lalu, Sumur Tiga, Anoi Itam, Wreck Tugboat, Pulau Rondo, dan mobil karang. "Ini semua sudah diselami oleh penyelam belahan dunia dan hampir saban hari wisatawan asing sangat mudah didapatkan seperti di Pantai Iboih, Gapang, dan Pantai Sumur Tiga," paparnya.

Ia juga mengakui, di pulau paling ujung barat Indonesia, hampir 98 persen objek wisata bahari tersebut terbentuk dengan sendiri dan masih alimi tanpa ada polesan tangan manusia.

"Wisata yang kita jual adalah alam (bahari), di laut kita beragam jenis spesies ikan mudah didapati, terumbu karangnya pun tidak kurang dari 100 jenis," ujarnya.

Sumber: ANTARA
Rubrik: Travel

Komentar

Loading...