Kenapa?

Kunjungan Wisatawan China ke Korsel Berkurang

FOTO | ISTIMEWANami Island, Korea Selatan adalah pulau wisata yang berjarak dua jam dari Seoul.
A A A

JAKARTA - Jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Korea Selatan mengalami penurunan pada tahun 2016. Padahal di tahun sebelumnya, wisatawan asal China mendominasi 50 persen kunjungan wisatawan asing di Korea Selatan.

Berdasarkan hasil dari ‘Penelitian Efektivitas Pemasaran Iklan Promosi Pariwisata Korea tahun 2016’, yang dilakukan oleh Korea Tourism Organization (KTO) bersama dengan Nielsen Korea, menurunnya jumlah wisatawan China ke Korea Selatan disebabkan oleh antipati China terhadap keputusan penetapan sistem pertahanan rudal Korea atau THAAD (Terminal High-Altitude Area Defense).

Sebagai gantinya, siaran pers dari Korea Tourism Organization menyebutkan jika wisatawan asal Asia Tenggara mengisi kekosongan jumlah dari wisatawan asal China.

Tahun 2016 jumlah wisatawan asal Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang berkunjung ke Korea Selatan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Misalnya jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan pada tahun 2015 mencapai 190.000 orang, sedangkan pada tahun 2016 naik menjadi 300.000 orang.

“Latar belakang meningkatnya kunjungan wisatawan Asia Tenggara adalah penyebaran Korean Wave (Hallyu). Khususnya, dengan populernya drama Korea, konsumsi terkait pun meningkat, dan minat terhadap pariwisata Korea juga semakin besar," kata Direktur KTO Jakarta OH Hyonjae.

Menurut Hyonjae, wisatawan asal Asia Tenggara umumnya ingin melihat salju musim dingin, bermain ski, dan melakukan pemotretan pra pernikahan di Korea Selatan.

Lewat penelitian yang dilakukan secara online terhadap 12 ribu responden dari 20 negara di dunia, ditemukan niat berwisata wisatawan Asia Tenggara ke Korea Selatan memang sedang tumbuh.

Peringkat pertama jumlah wisatawan yang paling sadar akan pariwisata Korea adalah Thailand yang meningkat 4,4 persen dari tahun 2015, China yang berkurang 3,2 persen, Indonesia meningkat 6,9 persen, Vietnam meningkat 0,2 persen, dan Hongkong yang meningkat 4,8 persen dari tahun 2015.

Sumber:kompas.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...