Krisis Darah Pasien RSU Meulaboh Dipulangkan

FOTO | ISTIMEWARSU Aceh Barat
A A A

ACEH BARAT - Pihak Badan Layanan Usaha Daerah Rumah Sakit Cut Nyak Dhien (BLUD-RSUD CND) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, terpaksa memulangkan pasien, karena krisis darah semakin parah.

Jamari, keluarga pasien di Meulaboh, Jumat, mengatakan, dirinya sudah ke sana kemari mencari darah golongan B untuk istrinya Aminah (55) yang sedang dirawat, namun belum ditemukan sehingga pasrah terhadap semua petunjuk pihak medis.

"Saya sudah upayakan mencari kesana kemari, tapi memang tidak ada orang yang mau mendonorkan darahnya. Kata dokter butuh lima kantong darah lagi. Makanya tadi sudah disarankan dokter disuruh bawa pulang saja istri saya," katanya.

Jamari menyampaikan, sudah berupaya mencari dan menghubungi keluarganya memiliki golongan darah yang sama, namun tidak datang membantu kemudian mencari bantuan lewat orang lain juga belum membuahkan hasil.

Istrinya telah dirawat di rumah sakit sudah lebih empat hari sehingga alternatif lain dirinya mengaku akan mencoba mendatangi lembaga pemerintah yang selama ini sering melakukan kegiatan donor darah.

"Saya akan coba datangi mungkin ke mana lain orang pemerintah, mana tahu mereka bisa membantu mendonorkan darah kepada masyarakat miskin seperti kami," sebutnya.

Sementara itu Direktur RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh dr Akbar Siregar yang dikonfirmasi membenarkan adanya kondisi tersebut dialami rumah sakit, dirinya menganjurkan pasien untuk pulang dan kembali lagi ketika sudah menemukan darah.

"Sudah berapa hari kita suruh siapkan darah dan memang tidak dapat-dapat, memang ada beberapa darah masuk, karena klinisnya pasien ini sudah baikan, makanya saya bilang pulang dulu, sambil ada nanti keluarganya datang kita tangani lagi," katanya.

dr Akbar menyampaikan, dalam sepekan ini pihaknya merawat empat orang untuk transfusi darah, sudah lima hari dilakukan perawatan kondisi pasien sudah boleh pulang, dengan catatan harus segera kembali ketika sudah menemukan pendonor.

Dia menjelaskan, selama pengobatan mereka menemukan HB pasien tersebut memang sangat rendah sehingga sangat membutuhkan segera transfusi darah dengan satu gejala penyakit yang sedang ditangani seperti cacingan.

"Pasien itu HBnya memang rendah kemungkinan besar karena cacingan, kita tidak mengusir, rugilah rumah sakit mengusir pasien. Nanti kalau sudah dipersiapkan darah kita tangani lagi," katanya menambahkan.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...