Kasus Bupati Kukar,

KPK Periksa GM PT Hutama Karya

FOTO | ANTARABupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
A A A
Prinsipnya karena ini penyidikan TPPU, maka tentu pemetaan kekayaan dan aset menjadi satu hal yang tentu menjadi fokus KPK,

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa General Manager (GM) PT Hutama Karya, Bambang Mustaqim, Rabu (24/1). Penyidik bakal memeriksa Bambang sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari.

"Bambang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIW (Rita Widyasari)," kata Jubir KPK Febri Diansyah.

Diketahui, Bambang merupakan tersangka korupsi proyek pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Riau. Dalam kasus tersebut keuangan negara ditaksir menderita kerugian sekitar Rp 34 miliar. Namun, belum diketahui secara pasti kaitan Bambang dengan kasus pencucian uang Rita Widyasari ini.

Tak hanya Bambang, tim penyidik KPK menjadwalkan memeriksa sejumlah petinggi perusahaan swasta, seperti pengurus PT Gunakarya Nusantara, Salim; pengurus PT Taman Sari Abadi, Wondo; pengurus PT Aset Prima Tama, Agus.

Penyidik juga memanggil pengurus PT Budi Indah Mulia Mandiri, Budi; pengurus PT Yasa Patria Perkasa, Ipung; pengurus PT Wijaya Karya cabang Samarinda, Bambang; pengurus PT Budi Bakti Prima, Budi; dan pengurus PT Karyatama Nagasari, Yakob. "Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIW," kata Febri.

Dikatakan Febri, tim penyidik saat ini sedang memetakan aset dan kekayaan Rita. Hal ini lantaran terdapat sejumlah aset dan kekayaan Rita yang diduga berasal dari suap dan gratifikasi.

"Prinsipnya karena ini penyidikan TPPU, maka tentu pemetaan kekayaan dan aset menjadi satu hal yang tentu menjadi fokus KPK," katanya.

Diketahui, KPK telah menetapkan Rita bersama Khairudin, Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) yang juga pentolan Tim 11 sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Keduanya diduga telah menerima Rp436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar. Uang ratusan miliar itu kemudian dicuci atau disamarkan keduanya dengan membelanjakan sejumlah aset dan barang menggunakan nama orang lain.

Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik telah menyita sejumlah aset dan barang mewah Rita yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Beberapa barang mewah itu, diantaranya, 36 buah tas. Puluhan tas itu terdiri dari berbagai merek terkenal seperti Channel, Prada, Bulgari, Hermes, Celine dan lainnya.

Selain itu, tim penyidik juga telah menyita 19 pasang sepatu mewah milik Rita yang terdiri dari berbagai merek seperti Gucci, Louis Vuitton, Prada, Channel, Hermes, dan lainnya. Tak hanya tas dan sepatu, tim penyidik juga telah menyita sejumlah perhiasan mewah milik Rita.

Terdapat sekitar 103 perhiasan emas dan berlian berupa kalung, gelang dan cincin, 32 buah jam tangan berbagai merek seperti Gucci, Tissot, Rolex, Richard Mille, Dior dan lainnya.

Tak hanya barang-barang bermerek ini, tim penyidik juga telah menyita sejumlah aset milik Rita lainnya. Aset tersebut berupa tiga mobil mewah yang terdiri dari satu unit Toyota Vellfire, satu unit Ford Everest dan satu unit land Cruiser. Bahkan, tim penyidik menyita dua unit apartemen milik Rita di Balikpapan.

Saat ini, KPK sedang menelusuri adanya dugaan Rita memiliki pesawat pribadi. Penelusuran kepemilikan kendaraan udara itu dilakukan KPK dengan memeriksa pejabat Kementerian Perhubungan untuk mengetahui perizinan kepemilikan pesawat pribadi.

Bambang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIW (Rita Widyasari),
Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...