Kasus e-KTP,

KPK Periksa Ganjar Pranowo

FOTO | ISTIMEWAKPK akan memeriksa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
A A A

Dia (Ganjar Pranowo) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN (Setya Novanto)

Febri Diansyah Juru Bicara KPK

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pengusutan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, dengan tersangka Ketua DPR Setya Novanto.

"Dia (Ganjar Pranowo) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN (Setya Novanto)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (5/9).

Ganjar sudah beberapa kali diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun ini. Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu juga sudah dihadirkan di sidang terdakwa Irman dan Sugiharto.

Selain memanggil Ganjar, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan untuk politikus PDIP lainnya, yakni Arif Wibowo. Anggota DPR dari Fraksi PDIP itu juga bakal diperiksa sebagai saksi untuk Setnov.

Tak hanya dua politikus yang masuk jadwal pemeriksaan untuk Ketua Umum Partai Golkar itu. Penyidik KPK, kata Febri, turut menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak swasta.

Mereka di antaranya bekas Bos Gunung Agung Made Oka Masagung, istri politikus Golkar Chairuman Harahap Ratna Sari Lubis, Steven Tirtawidjaja, Santoso Kartono dan Karna Brata Lesmana.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk SN," tutur Febri.

Setnov ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak awal Juli 2017 lalu. Sejak menyandang status tersangka, Ketua Umum Partai Golkar itu belum pernah menjalani pemeriksaan.

Dia sudah sempat diperiksa sebagai saksi untuk para tersangka korupsi e-KTP sebelumnya, yakni mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Setnov merupakan tersangka keempat dalam proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Selang seminggu penetapan Setnov, KPK kemudian menjerat anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari sebagai tersangka e-KTP.

Dalam surat dakwaan Andi Narogong, Setnov disebut telah menerima keuntungan dalam proyek e-KTP ini. Setnov dan Andi Narogong disebut mendapat jatah sebesar Rp574,2 miliar dalam proyek e-KTP.

Kode:47
Sumber:CNN INDONESIA
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...