Kasus Walkot Madiun,

KPK Periksa eks Kajari, Polisi dan Ketua PN

FOTO | DETIK.COMWali Kota Madiun Bambang Irianto
A A A
Kamis di Markas Brimob, diperiksa 2 orang mantan Dandim Kota Madiun. Jumat di tempat yang sama, diperiksa 1 orang mantan Dandim, dan 6 orang mantan Kapolres Madiun. Sabtu di Polres Madiun, dilakukan pemeriksaan terhadap mantan kepala Kejaksaan Negeri Madiun dan mantan ketua Pengadilan Negeri Madiun,

JAKARTA - KPK menyatakan sudah memeriksa mantan unsur Muspida Kota Madiun, Jawa Timur, pekan lalu. Pemeriksaan dilakukan terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga dilakukan Walkot Madiun Bambang Irianto.

"Kamis (16/3) lalu sampai dengan Sabtu (18/3) di Madiun, KPK memeriksa sejumlah pihak yang menjadi unsur Muspida Madiun," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Pemeriksaan dilakukan mulai hari Kamis hingga Sabtu dengan lokasi yang berbeda. Total jumlah saksi yang diperiksa ada 11 orang.

"Kamis di Markas Brimob, diperiksa 2 orang mantan Dandim Kota Madiun. Jumat di tempat yang sama, diperiksa 1 orang mantan Dandim, dan 6 orang mantan Kapolres Madiun. Sabtu di Polres Madiun, dilakukan pemeriksaan terhadap mantan kepala Kejaksaan Negeri Madiun dan mantan ketua Pengadilan Negeri Madiun," jelas Febri.

Pemeriksaan itu ditujukan untuk menelusuri aliran dana terkait indikasi TPPU oleh Bambang.

"Penyidik melakukan klarifikasi lebih lanjut terkait informasi tetang adanya indikasi aliran dana kepada sejumlah pihak. Pemeriksaan dilakukan dalam proses penyidikan indikasi TPPU yang dilakukan oleh BI (Bambang Irianto)," ujarnya.

Bambang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK untuk 3 kasus berbeda, yaitu dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar di Madiun untuk periode 2009-2012, kemudian kasus gratifikasi dan terakhir adalah indikasi TPPU. KPK juga telah menyita berbagai aset milik Bambang.

Kode:47
Sumber:news.detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...