Kasus Korupsi E-KTP,

KPK Jadwalkan Periksa Setya Novanto

FOTO | ANTARAKetua DPR Setya Novanto
A A A
Setya Novanto dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudiharjo),

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan memeriksa Ketua DPR Setya Novanto, Senin (6/11). Setnov, sapaan Setya Novanto dijadwalkan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Pemeriksaan terhadap Ketua Umum Partai Golkar ini dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

"Setya Novanto dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudiharjo)," kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (6/11).

Pada Senin (30/10) lalu, Novanto juga dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi Anang. Namun, Novanto tak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sedang mengunjungi konstituen di masa reses DPR. Padahal, keterangan Novanto dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan Anang.

Terdapat sejumlah hal yang diduga ingin dikonfirmasi penyidik kepada Novanto. Novanto hadir sebagai saksi dalam persidangan perkara e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11) lalu. Namun, sepanjang persidangan, Novanto lebih banyak menjawab tidak tahu dan lupa.

KPK sempat menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. KPK menduga Novanto menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya terkait proyek e-KTP.

Akibatnya, keuangan negara dirugikan Rp 2,3 triliun dari anggaran sebesar Rp 5,9 triliun. KPK menduga Novanto melalui pengusaha rekanan Kemdagri, Andi Agustinus alias Andi Narogong mengatur proyek sejak proses penganggaran, hingga pengadaan e-KTP tersebut.

Dalam surat dakwaan Andi Narogong, Novanto dan Andi Narogong disebut telah menerima keuntungan dalam proyek e-KTP ini sebesar Rp 574,2 miliar.

Namun, status tersangka itu gugur setelah Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan yang dilayangkan Novanto.

Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...