Kasus Suap Dirjen Hubla,

KPK Jadwalkan Periksa Menhub

FOTO | ANTARAAntonius Tonny Budiono.
A A A
Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka APK,

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Jumat (13/10). Budi Karya bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) nonaktif Antonius Tonny Budiono.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap Budi Karya dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas perkara Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan yang telah berstatus tersangka pemberi suap kepada Tonny.
"Yang bersangkutan (Budi Karya) dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka APK (Adiputra Kurniawan)," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (13/10).

Pemanggilan ini merupakan perdana dilakukan KPK terhadap Budi Karya terkait kasus yang menjerat Tonny. Tak hanya Budi Karya, penyidik KPK juga bakal memeriksa Kepala Seksi Promosi Direktorat Pembinaan Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Sapril Imanuel Ginting, pihak swasta Komang Suyawati dan Oscar Budiono BSC. "Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka APK," ujarnya.

Tak hanya itu, penyidik KPK juga memanggil Adiputra selaku tersangka pemberi suap kepada Tonny. Adiputra diduga memberikan uang sebesar Rp 1,174 miliar ke Tonny untuk proyek di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Diketahui, Tonny diduga menerima suap dari sejumlah pihak terkait perijinan dan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Hubla. Salah satunya, suap itu diterima Tonny dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama, Adiputra Kurniawan terkait pengerjaan pengerukan pasir di pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah.

KPK menetapkan Tonny sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi dengan dijerat Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sementara Adiputra yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Yang bersangkutan (Budi Karya) dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka APK (Adiputra Kurniawan),
Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...