Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kemiri-Depapre di Papua

KPK Dalami Aliran Dana ke Pihak Lain

FOTO | DETIK.COMKabiro Humas KPK Febri Diansyah
A A A
KPK telah menggeledah sejumlah tempat baik di Papua maupun di Surabaya yang merupakan salah satu kantor dari PT BEP dan telah menyita sejumlah dokumen. Selain itu asset recovery menjadi isu krusial saat KPK menangani sebuah perkara apalagi nilai korupsinya signifikan, yaitu hampir setengah dari total nilai proyek tersebut,

JAKARTA - KPK mengaku sedang mendalami aliran dana ke pihak lain terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan Kemiri-Depapre di Papua. Dugaan korupsi ini melibatkan Kadis PU Papua Mikael Kambuaya dan seorang pengusaha David Manibui.

"Kami sedang dalami terkait kasus proyek jalan di Papua ini adalah indikasi aliran dana terhadap sejumlah pihak," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (22/3/2017).

Febri menjelaskan, KPK juga berupaya untuk mengembalikan kerugian keuangan negara yang nantinya terbukti ada di dalam kasus ini. Menurut KPK asset recovery menjadi salah satu isu krusial dalam penanganan kasus korupsi.

"KPK telah menggeledah sejumlah tempat baik di Papua maupun di Surabaya yang merupakan salah satu kantor dari PT BEP dan telah menyita sejumlah dokumen. Selain itu asset recovery menjadi isu krusial saat KPK menangani sebuah perkara apalagi nilai korupsinya signifikan, yaitu hampir setengah dari total nilai proyek tersebut," ujar Febri.

Sejauh ini Febri menyebut KPK telah memeriksa 29 saksi terkait kasus ini, dengan rincian 13 orang saksi untuk Mikael dan 16 orang saksi untuk David. Dia pun menyebut tidak ada nama Gubernur maupun Sekretaris Daerah Provinsi Papua yang menjadi saksi.

"Tidak ada nama Gubernur Papua dan Sekda provinsi Papua yang menjadi saksi," ucapnya.

Sebagai informasi, KPK menetapkan Mikael dan David sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan pekerjaan peningkatan jalan Kemiri-Depapre di Kabupten Jayapura dengan sumber dana APBD-P Papua tahun 2015. Dalam kasus ini KPK mengindikasikan kerugian keuangan negara senilai Rp 42 miliar dari total proyek Rp 89,5 miliar.

Kode:47
Sumber:news.detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...