Nama Amien di Tuntutan Siti Fadilah,

KPK: Ada Bukti Rekening Koran

FOTO | DETIK.COMKabiro Humas KPK Febri Diansyah
A A A

Kita jelaskan juga bahwa memang ada keterangan saksi dan bukti rekening koran yang kemudian tentu saja tidak mungkin tidak disampaikan dalam proses persidangan ini karena ada rangkaian yang dipandang penuntut umum KPK saling terkait satu dengan lainnya,

Febri Diansyah Kabiro Humas KPK

JAKARTA - Masuknya nama Amien Rais dalam dakwaan kasus korupsi dengan terdakwa Siti Fadilah Supari membuat gerah pendukungnya. KPK mengonfirmasi bahwa ini adalah rangkaian fakta persidangan.

"Kita jelaskan juga bahwa memang ada keterangan saksi dan bukti rekening koran yang kemudian tentu saja tidak mungkin tidak disampaikan dalam proses persidangan ini karena ada rangkaian yang dipandang penuntut umum KPK saling terkait satu dengan lainnya," terang Kabiro Humas KPK Febri Diansyah usai bertemu dengan lima orang utusan Amien Rais, di Gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017).

Kasus ini bermula dari pengadaan alat kesehatan pada 2005 melalui penunjukan langsung Menteri Kesehatan saat itu, Siti Fadilah Supari, kepada PT Mitra Medidua. Selanjutnya diperoleh aliran dana yang salah satunya diterima Yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF).

Sementara dalam surat tuntutan jaksa yang dibacakan Rabu (31/5), Amien disebut menerima aliran dana sebanyak 6 kali dengan total Rp 600 juta. Uang itu ditransfer dari rekening atas nama Yurida Adlani selaku Sekretaris Yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF).

"Jadi kita berharap konteks dari fakta persidangan itu bisa diproses dan diselesaikan dalam persidangan, sedangkan untuk hal-hal yang lain agar kemudian tidak menjadi mispersepsi maka kami jelaskan siang ini.

Siang tadi KPK menerima utusan Amien Rais yang terdiri atas Drajad Wibowo, Hanafi Rais, Saleh Partaonan Daulay, Zamhur, dan Ustaz Sambo. Kedatangan mereka untuk mengonfirmasi kesediaan pimpinan KPK bertemu Amien Rais.

Pihak Amien yang diwakili Dradjad kemudian menekankan bahwa dana yang diterima Amien kala itu tidak etis jika disebut berasal dari hasil korupsi pengadaan alat kesehatan. Karena duit yang diterima berasal dari Soetrisno Bachir, donatur yang merupakan kawan lamanya.

"Pak Amien dengan Mas Tris itu sudah kenal puluhan tahun. Kalau baru kenal pasti Pak Amien akan bertanya dulu, asalnya darimana. Tapi ini sudah puluhan tahun, sudah sahabat dekat. Sahabat dekat, tidak etis kalau sudah dibantu banyak nanya," pungkas Dradjad.

Kode:47
Sumber:news.detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...