Abdullah Puteh:

KPI Aceh Tidak Profesional

FOTO | mediaaceh.coAbdullah Puteh
A A A

BANDA ACEH - Pasangan calon gubernur Aceh nomor urut tiga Abdullah Puteh dan Sayed Mustafa Usab, menolak surat laporan dari Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) atas temuan pelanggaran yang dilakukan oleh pihaknya saat pelaksanaan debat kandidat cagub-cawagub Aceh tahap pertama, Kamis 22 Desember 2017 lalu.

KPIA menyerahkan surat rekomendasi pelanggaran yang dilakukan pasangan Abdullah Puteh tersebut kepada Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh untuk dimintai keterangan dan ditindaklanjuti.

Abdulah Puteh dan Sayed Mustafa Usab, saat menghadiri pemanggilan Panwaslih Aceh, Rabu 11 Januari 2017, membantah soal tuduhan telah melakukan kesalahan saat proses debat berlangsung. Katanya, tidak ada pelanggaran yang mereka lakukan saat proses debat mereka menggunakan bahasa Indonesia dangan baik dan benar.

“Saya menolak laporan tudahan yang mengatakan kami salah itu, karena kami memang tidak salah,” ujar Abdullah puteh saat ditemui sejumlah awak media usai memberikan keterangan pada Panwaslih Aceh.

Abdullah puteh mengaku kecewa terhadap surat yang diberikan KPIA tersebut. Ia menilai lembaga KPIA tidak professional pasalnya dalam surat itu KPIA langsung menyebutkan pelanggaran terhadap mereka. Menurut Abdullah Puteh, seharusnnya KPIA menulis kalimat dugaan karena belum ada bukti bahwa mereka bersalah.

“Surat dari KPI itu langsung disebutkan pelanggaran, seharusnya ada kalimat dugaan karena kalau pelanggaran berarti suda ada bukti. Sebenarnya KPIA juga bahasa Inodonesianya tidak benar dan hari ini KPIA sangat tidak professional,” ujarnya.

Sementara itu, Abdullah Puteh menjelaskan, soal pernyataannya yang dinilai menjadi pelanggaran oleh KPIA saat debat berlangsung tentang ia menyebutkan “Menurut Informasi bahwa justru ada elit-elit aceh ke malaysia menjadi genk atau mafianya karena itu dengan kerjasama BNN kita mencari siapa mereka tangkap dulu mereka jangan tumpul ke atas tajam ke bawah”

Ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada yang salah, karena kata Abdullah Puteh dalam kalimat itu ia menyebutkan kalimat menurut informasi, dan kalimat tersebut tidak ada salahnya. Menurut Abdullah Puteh perkembangan infomasi saat ini sangat luar biasa dan informasi bisa di dapatkan dari mana saja.

“Apa yang salah bahkan media juga sering menulis hal seperti itu, saya hanya mengulangi jadi apa yang sudah ada. Jadi apa salahnya? Jangan langsung mengatakan pelanggaran atau menfonis salah karena bukti tidak ada."

Sementara itu, pasangan nomor urut tiga tersebut juga merasa dirugikan oleh Panwaslih karena telah memanggil mereka sebelum ditemukan bukti bersalah. Sehingga pemanggilan itu dinilai menimbulkan opini publik bahwa mereka bersalah.

“Kalau ngakda fakta seharusnya tidak memanggil terlebih dahulu. Kalau seperti ini kami merasa dirugikan kareba bisa menimbulkan opini seakan-akan kami bersalah,” jelasnya.

Sumber:mediaaceh.co
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...