Pejabat Pyongyang:

Korut Tak Akan Pernah Berhenti Uji Nuklir

FOTO | KRTLatihan perang artileri besar-besaran yang digelar Korut, Selasa lalu. Negara ini tak akan pernah berhenti menguji coba senjata nuklir selama AS tak berhenti melakukan upaya agresi.
A A A

Kami berada dalam fase perang yang mengerikan,

Euan Graham Direktur Program Keamanan Internasional

PYONGYANG - Seorang pejabat pemerintah Korea Utara (Korut) menegaskan bahwa Pyongyang tidak akan pernah berhenti melakukan uji coba senjata nuklir. Sebab, Amerika Serikat (AS) terus melanjutkan tindakan yang dianggap Korut sebagai upaya agresi.

Pejabat pemerintah Korut bernama Sok Chol Won kepada CNN, tidak akan memastikan kapan Pyongayng melakukan uji coba senjata nuklir keenamnya. Menurutnya, program nuklir Korut tidak akan terpengaruh oleh kejadian di luar.

”Uji coba nuklir merupakan bagian penting dari upaya lanjutan kami untuk memperkuat kekuatan nuklir kami,” katanya.

”Selama Amerika terus melakukan tindakan agresi yang bermusuhan, kami tidak akan pernah menghentikan uji coba nuklir dan rudal,” katanya lagi, yang dilansir Kamis (27/4/2017).

Sok adalah Direktur Institut Hak Asasi Manusia Korut di Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial. Namun, dia diberi kuasa untuk memberikan komentar kepada CNN mengenai semua hal tentang Korut.

Komentarnya disampaikan saat para anggota kabinet AS merancang tekanan berupa sanksi ekonomi dan tekanan diplomatik untuk mengendalikan Korut. Opsi sanksi dipilih AS setelah Gedung Putih melakukan briefing dengan seluruh anggota Senat.

Ancaman uji coba nuklir Korut telah mengobarkan situasi di Semenanjung Korea. AS bahkan memindahkan sejumlah besar perangkat keras militer ke Semenanjung Korea.

Kapal induk USS Vinson saat ini sedang dalam perjalanan ke Semenanjung Korea. Sementara itu, kapal selam bertenaga nuklir, USS Michigan, telah tiba di sebuah pelabuhan di Korea Selatan pada hari Selasa lalu.

AS juga mulai memasang perangkat sistem rudal THAAD DI Korea Selatan. Komandan Pasifik AS menyatakan, sistem rudal THAAD akan beroperasi dalam beberapa hari ke depan.

Sok dalam wawancaranya, mengatakan latihan artileri besar-besaran yang digelar Korut pada hari Selasa lalu menjadi peringatan bagi Presiden AS Donald Trump. ”Latihan ini merupakan respons langsung terhadap tindakan ‘agresi’ oleh Amerika Serikat,” katanya.

Meski latihan perang dramatis digelar masing-masing pihak, baik Korut maupun AS yang bergabung dengan Korea Selatan, namun analis meyakini konflik langsung tidak akan terjadi.

”Kami berada dalam fase perang yang mengerikan,” kata Euan Graham, Direktur Program Keamanan Internasional di Lowy Institute di Sydney, yang menulis untuk CNN.

”Jika ada motif yang mendasari tindakan keras Washington yang meningkat, itu membuat orang-orang China cukup bingung sehingga mereka menjadi serius dengan sanksi-sanksi yang melampaui penegakan tokenistik,” imbuh dia yang meyakini China akan menekan sekutunya, Korut.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...