Jim Mattis:

Korut Berbahaya Bagi Dunia

FOTO | ISTIMEWAPimpinan Korea Utara
A A A
Sementara rezim Korut memiliki catatan panjang tentang pembunuhan para diplomat, penculikan, pembunuhan para pelaut, dan aktivitas kriminal, program senjata nuklirnya merupakan ancaman bagi semua,

SINGAPURA - Korea Utara (Korut) terus mempercepat langkahnya untuk memproduksi rudal bersenjata nuklir yang mampu mengancam AS dan negara-negara lain. Menurut Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Jim Mattis, langkah ini jelas-jelas berbahaya.

Hal itu diungkapkan Mattis saat berbicara dalam Shangri-La Dialogue, konferensi keamanan internasional di Singapura.

"Upaya senjata nuklir Korut terus berlanjut dan upaya untuk membebaskan mereka bukanlah hal yang baru, namun rezim tersebut telah meningkatkan kecepatan dan cakupan upayannya," kata seperti dikutip dari Telegraph, Sabtu (3/6/2017).

Mattis merujuk pada serangkaian tes perangkat nuklir Korut dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan itu juga ditujukan untuk sebuah percepatan uji coba rudal yang nampaknya ditujukan untuk membangun rudal dengan kemampuan mencapai AS.

"Sementara rezim Korut memiliki catatan panjang tentang pembunuhan para diplomat, penculikan, pembunuhan para pelaut, dan aktivitas kriminal, program senjata nuklirnya merupakan ancaman bagi semua," kata Mattis.

Korut baru saja melakukan uji coba rudal balistik pada awal pekan ini. Rudal balistik jarak pendek itu jatuh di dekat pulau di Jepang. Ini merupakan uji coba rudal kesembilan yang dilakukan Korut pada tahun ini. Awal bulan ini, Korut mengklaim telah meluncurkan rudal yang cukup besar untuk membawa sebuah hulu ledak nuklir yang besar dan berat.

Aksi Korut ini pun berujung pada perluasan sanksi dari Dewan Keamanan (DK) PBB. DK PBB mengadopsi resolusi pertama yang disepakati oleh AS dan satu-satunya sekutu utama Pyongyang, China. Resolusi tersebut, yang diadopsi dengan suara bulat oleh 15 anggota dewan, memberikan sanksi kepada empat entitas termasuk Bank Koryo dan Pasukan Rocket Strategis Angkatan Darat Korea, serta 14 orang, termasuk kepala operasi mata-mata Pyongyang di luar negeri.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...