Hari Keempat Gempa Pidie Jaya

Korban meninggal Gempa Pidie Jaya Bertambah

Foto | antaraPetugas mengoperasikan alat berat untuk mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah toko (ruko) akibat gempa di Desa Ulee Glee, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12). Data sementara yang dihimpun Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh, menyebutkan korban meninggal akibat gempat sebanyak 92 orang, luka berat dan ringan 213 orang dan ratusan bangunan rusak, jaringan listrki putus serta beberapa ruas jalan nasional rusak.
A A A

PIDIE JAYA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban dan bangunan rusak akibat gempa yang melanda Pidie Jaya, Aceh. Data per 10 Desember 2016 hingga pukul 10.00 Wib mencatat satu lagi korban tewas ditemukan, hingga total saat ini menjadi 101 orang.

"Satu korban ini ditemukan di Pidie atas nama Syahrul 23 tahun, kemarin," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di kantor BNPB, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12).

Dari 101 korban jiwa, lanjut Sutopo, 92 sudah teridentifikasi, 3 orang meninggal dunia. Sedangkan di Pidie Jaya 96 meninggal dunia, 88 sudah teridentifikasi. Lalu ada 2 korban di Kabupaten Bieruen yang juga sudah teridentifikasi, dan 3 di Pidie sudah teridentifikasi nama dan identitas korban.

"Kemudian yang menderita luka 857 jiwa, dimana 139 luka berat, dan 718 luka ringan," tambah Sutopo.

Selain korban, BNPB juga merilis jumlah pengungsi saat ini yang mengalami penambahan. Total pengungsi 45.329 jiwa, dimana 43.613 jiwa di Pidie Jaya dan 1.617 di Bireun.

"Data pengungsi bersifat fluktuatif, sering kali pertambahan di malam hari," ungkapnya.

Selanjutnya, kerusakan rumah toko (ruko) yang berjumlah 157 ruko, dimana 108 roboh 31 rusak berat, 3 rusak sedang, dan 15 rusak ringan.

"Rusak rata-rata karena patahnya batas pondasi dan siku bangunan karena hentakan,"

Kemudian kerusakan rumah tinggal hang mencapai 11.668 unit, meliputi 2.992 rumah rusak berat, 94 rusak sedang, dan 5.582 rusak ringan.

Ada juga 64 masjid rusak, 31 rusak berat, 2 rusak sedang, 31 rusak ringan. Musala terdapat 88 unit yang rusak. Dan 14.600 meter jalan mengalami kerusakan.

"Jadi kerusakan paling banyak ada pada ruko dan rumah penduduk. Karena kalah kita melihat bangunan tersebut dibangun belum sesuai bangunan tahan gempa," tandasnya.

Sumber:merdeka.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...