Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala yang baru saja dilantik pada akhir Desember tahun lalu sebagai orang nomor wahid dibidang administasi, ternyata sosok lulusan S3 ini memiliki karakter maupun cara ampuh tersendiri untuk menghindari konfirmasi dengan wartawan, Sabtu (23/01/2021). Sikap orang nomor tiga di jajaran pemerintahan Aceh Utara, terkesan seakan-akan tidak paham terhadap fungsi dan tugas seorang wartawan, Seharusnya seorang Sekda harus koperatif dengan wartawan sesuai fungsinya yang diatur seusai dalam undang undang nomor 40 tahun 1999.

KontraS Ingatkan Propam Independen Usut Bentrok FPI-Polisi

IstockIlustrasi
A A A

JAKARTA- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis dapat menjamin tim khusus dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dapat bekerja secara independen dalam mengusut insiden penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

"Tim investigasi independen yang dijamin langsung oleh Kapolri bahwa tim tersebut bisa bekerja leluasa," kata peneliti KontraS, Rivanlee Anandar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (9/12).

Dalam hal ini, kata dia, Kapolri perlu menjamin agar anak buahnya dapat mengusut permasalahan di internal Korps Bhayangkara tanpa terpengaruh konflik-konflik kepentingan tertentu. Dengan demikian, tim itu dapat menemukan bukti, saksi, dan akses informasi yang leluasa untuk mengungkap peristiwa.

Meski Rivan ragu hasil penyelidikan tim investigasi khusus itu dapat menjanjikan dan diterima publik. Pasalnya, kata dia, sampai saat ini sejumlah kasus diusut oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) juga belum tentu dapat membuat terang suatu peristiwa.

"Polisi juga kerap abai dalam pengungkapan fakta sebuah peristiwa. Selain itu, dari presiden juga seolah mewajarkan," ucap dia.

"Tapi dengan tim khusus, ada upaya untuk mengungkap fakta peristiwa. Kuncinya, transparan dan akuntabel," tambahnya.

Rivan mengingkatkan, Kapolri perlu memandang peristiwa kematian enam orang anggota laskar tersebut sebagai peristiwa kemanusiaan sehingga ada rasa tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan anah buahnya di lapangan.

Sebagai informasi, saat ini kasus dugaan penyerangan terhadap polisi dan insiden penembakan itu sepenuhnya dilimpahkan ke Mabes Polri.

Mabes Polri kemudian membentuk tim khusus dari Propam untuk menelisik dugaan pelanggaran prosedur dalam operasi yang dilakukan personel kepolisian.

Bentrokan diketahui terjadi antara anggota polisi dengan simaptisan Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) sekitar pukul 00.30 WIB. Atas kejadian itu, enam orang laskar pengawal Rizieq tewas tertembak timah panas polisi.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...