Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Komunikasi Buruk Dua Institusi Politik Berbentur

ISTIMEWAAkademisi Universitas Abulyatama, Usman Lamreung, M.Si
A A A

BANDA ACEH - Konflik Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Pemerintah Aceh terjadi akibat buruknya komunikasi politik kedua belah pihak.

Komunikasi yang tidak dinamis itu, akhirnya dua institusi ini berbentur dan DPRA melakukan Hak Interpelasi kepada pemerintah Aceh dibawah kendali Plt Gubernur Ir H Nova Iriansyah.

Hal itu diungkapkan oleh akademisi Abulyatama Aceh, Usman Lamreung kepada acehimage.com, Kamis (10/9/2020).

Hak Interpelasi sebagai puncak kemarahan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) kepada Pemerintah Aceh, karena berbagai kebijakan seperti Refocusing anggaran Covid-19 yang tidak melibatkan DPRA dan dianggap tidak trasparan.

Bahkan sampai saat ini pemerintah Aceh belum menjelaskan secara terbuka penggunaan anggaran tersebut.

"Nah, begitu juga masalah paket Multiyear, kebijakan Penanganan Covid-19 tidak jelas sehingga angka terpapar pandemi serta angka kematian terus bertambah, dan berbagai kebijakan lain yang dianggap belum berpihak pada rakyat," ungkap Usman.

Kisruk dua lembaga politik tersebut, kini sampai pada tahapan Hak Interpelasi. Tentu ini akan membawa dampak yang besar pada ke dua lembaga, malah bisa lebih parah lagi berdampak pada partai politik.

Dia pun memprediksi, ketegangan antara dua lembaga ini, bisa saja rakyat akan meninggalkan partai politik (Demokrat) yang sudah diberikan mandat, namun dalam berbagai kebijakan tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia mencontohkan partai pengusung Plt Gubernur adalah Partai Demokrat, bisa saja para kader dan pemilih tetap akan berpindah memberikan suara mereka ke partai lain baik pada saat pilkada dan pemilu mendatang.

Menurut Usman, hak Interpelasi juga akan mencoreng tinta merah bagi pemerintahan Plt Gubernur Nova Iriansyah, beliau sebagai putra wilayah Tengah Aceh pertama yang mengukir sejarah sebagai Gubernur Aceh, seharusnya beliau harus membuktikan bahwa putra Aceh Tengah punya potensi besar dan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Aceh dengan melahirkan berbagai kebijakan untuk kemajuan Propinsi Aceh.

Dengan kepemimpinan Nova sesuatu yang dapat dibanggakan oleh masyarakat Aceh Tengah sebagai putra terbaik dan pertama mengukir sejarah menjadi Gubernur Aceh.

"Jadi bukan sebaliknya membuat kegaduhan politik, yang sampai akhirnya DPRA melakukan Hak Interpelasi," ujar putra Lamreung ini.

"Seharusnya, ini menjadi dasar pemikiran dan renungan bapak Plt Gubernur jangan sampai politik blunder beliau menjadi tinta hitam buat pak Nova Iriansyah, sendiri sebagai Putra Aceh Tengah dan satu satunya pemerintah Aceh yang di Interpelasi DPRA," kata Usman.

Wali Nanggroe diminta menjadi penengah kisruk

Kegaduhan politik dua lembaga politik ini, juga bisa saja dimamfaatkan oleh para elit politik yang berada di lingkaran Plt Gubernur Nova Iriansyah, untuk mendapatkan keuntungan politik dan finansial dengan mendapatkan paket.

Artinya para elit dilingkaran Plt Gubernur memamfaatkan kondisi ini untuk kepentingan politiknya.

Maka sudah seharusnya konflik dua lembaga politik ini di akhiri, dan diselesaikan dengan bijak melalui mediasi Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe sebagai penengah kisruk ini.

Kemudian dua lembaga kembali melakukan komunikasi politik dengan mengakomodir seperti transparansi anggaran Refocusing Covid-19, tinjau ulang lelang poyek multiyear dan sebagainya.

Pekerjaan besar sudah menunggu adalah penanganan Covid-19, bersama-sama, seiring seirama menjalankan berbagai kebijakan dalam memutus rantai Covid-19 dan menurunkan angka kematian sehingga penanganan Covid-19 terlaksana dengan baik.

"Maka atas nama rakyat kami berharap konflik ini diakhiri," imbuhnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...