Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Komitmen Pemko Banda Aceh Wujudkan Keluarga Berkualitas

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meraih penghargaan KB sejuta Akseptor dari BKKBN
A A A

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Ketua TP PKK Banda Aceh, Hj Nurmiati meraih penghargaan KB sejuta Akseptor dari BKKBN karena berhasil menyukseskan program nasional tersebut.

Penghargaan untuk Aminullah dan Numiati diserahkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri, Selasa (8/9/2020) di Balai Kota.

Selain untuk Wali Kota dan Ketua TPP PKK, penghargaan serupa juga diserahkan untuk Dandim 0101/BS dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) yang dinilai juga telah berkontribusi besar dalam menyukseskan program ini.

Penghargaan kepada Dandim diterima perwakilan dari Kodim 0101/BS. Sedangkan untuk DP3AP2KB diterim langsung Kadis DP3AP2KB Banda Aceh, Cut Azharida.

Penghargaan ini diserahkan dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27.

Usai menerima penghargaan, Wali Kota menyampaikan terimakasih kepada BKKBN dan jajaran atas kerjasama yang telah dibangun selama ini sehingga program sejuta akseptor yang merupakan program nasional berhasil dijalankan di Banda Aceh, bahkan melebihi dari target yang telah ditetapkan.

”Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan penghargaan dari BKKBN, prestasi atas raihan tercapainya akseptor tahun 2020. Bahkan melebihi target yakni 229 dari target 175,” ujar Wali Kota.

Lanjut Wali Kota, penghargaan tersebut didapatkan buah dari komitmen Pemko Banda Aceh menjalankan program-program yang sinergis dengan BKKBN dalam mewujudkan keluarga bekualitas dan keluarga sejahtera di Banda Aceh.

Diungkapkannya, dengan pendampingan dan bimbingan dari BKKBN, Banda Aceh terus melakukan bebagai upaya menjalankan program-program yang kemudian bermuara pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, kualitas pendidikan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat kota.

“Angka akseptor ini harus kita kejar. Kenapa, karena jumlah penduduk terus bertambah, sementara pendapatan daerah terbatas dan luas wilayah juga terbatas. Namun dengan capaian angka akspetor ini cukup membantu dimana angka kemiskinan dan pengangguran turun serta IPM naik menjadi nomor 2 nasional dari 514 kab/kota di Indonesia dengan angka 85,07 setelah Jogja,” ungkap Aminullah.

Sementara itu, Perwakilan Kepala BKKBN Provinsi Aceh, Sahidal Kastri menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Wali Kota dan jajaran, Ketua TP PKK dan jajaran atas keberhasilan program sejuta akseptor.

Menurut Sahidal Kastri kontribusi Pemko dibawah kepemimpinan Aminullah sangat terasa dalam kesuksesan program sejuta akseptor tersebut.

Katanya, tahun 2020 Aceh meraih juara sebagai peringkat pertama terbaik secara nasional dalam memberikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) sejuta akseptor.

“Ini sejarah karena belum pernah Aceh raih juara 1 layanan KB serentak. Baru tahun ini, ini tentu bukan keberhasilan kami saja. Itu tidak terlepas dari kontribusi Pak Wali, kontribusi Ketua TP PKK dan daerah lain,” kata Sahidal Kastri.

Lanjutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa Aceh adalah bangsa pejuang. Katanya, kalau dulu Aceh berjuang memerdekakan Republik Indonesia dan sekarang berjuang mensejahterakan rakyat.

”Termasuk visi misi Pak Wali, beliau berjuang mensejahterakan masyarakat kota. Ini wajib kita dukung,” ujarnya.

Salah-satu indikator perjuangan Wali Kota adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berhasil menempati peringkat 2 nasional. Sebuah pencapaian yang luar biasa, dimana Banda Aceh hanya terpaut sedikit dibawah Jogja yang menempati posisi 1.

Katanya, pencapaian tersebut sesuatu yang sangat spektakuler karena beberapa indokator yang dilihat adalah derajat kesehatan, kualitas pendidikan dan income percapita masyarakat.

“Yang dilakukan Pak Wali ini sangat berkaitan dengan program kita, yakni mewujudkan keluarga berkualitas dimana peningkatan kesehatan keluarga, pendidikan dan kesejahteraan keluarga,” ungkap Perwakilan Kepala BKKBN Aceh.

Rubrik:BANDA ACEH

Komentar

Loading...