Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Komisi II DPRA Minta UPTD IBI Saree Dievaluasi

AK JAILANIKetua Komisi II DPRA, Irfan Nusir saat memberi keterangan pers kepada awak media
A A A

ACEH BESAR - Komisi II DPR Aceh meminta kepada Plt Gubernur Aceh untuk segera melakukan evaluasi terhadap UPTD IBI Saree, Aceh Besar.

Permintaan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ini pasca terkabarnya sapi penggelolaan di UPTD tersebut mati satu per satu. Bahkan kondisi sapi lainnya yang sangat memprihatinkan.

"Yang pertama kita akui bahwa kita minta kepada bapak Plt Gubernur untuk melakukan penyegaran terhadap UPTD ini," tegas Ketua Komisi II DPR Aceh Irfan Nusir, Senin (8/6/2020) kepada wartawan usai melakukan peninjauan sapi di UPTD IBI Saree didampingi para anggotanya.

Peninjauan tersebut, setelah sebelumnya melakukan rapat dengan dinas peternakan di DPR Aceh. Kadis ini dipanggil untuk menanyakan terkait ikhwal 'sapi kurus'.

Berdasarkan penuturan Irfan Nusir, pihak UPTD Inseminasi Buatan dan Inkubator (IBI) Saree selama ini tidak pernah menyampaikan laporan kepada dinas peternakan, yang sejatinya dalam sepekan sekali.

Itu sebabnya ia secara tegas meminta kepada Gubernur Aceh untuk dilakukan evaluasi.

"Me-recommended agar UPTD ini dievaluasi oleh pak gubernur,"sebut Irfan.

Sebelumnya, Berdasarkan Penelusuran Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) terhadap pengelolaan Sapi di UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) di bawah Dinas Peternakan Aceh patut di duga terjadinya potensi pidana korupsi.

Hal tersebut disampaikan Koordinator MaTA, Alfian melalui keterangan tertulis kepada acehimage.com, Jumat (5/6/2020).

Menurut Alfian, fakta lapangan menunjukkan kondisi saat ini, sapi dengan jumlah 400 ekor dalam kondisi kurus dan tanpa makanan seperti tidak terurus secara benar. sampai- sampai pengakuan warga lingkungan sudah ada yang mati.

"Kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan rencana awal dimana pemerintah aceh membangun perencanaan dengan anggaran yang besar. Tata kelola anggaran patut diduga potensi korupsi," ujar Alfian.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...