Dualisme Kepegurusan

KNPI Aceh Kembali Menanas

dsc_0005
A A A

dsc_0001 dsc_0005 dsc_0011 dsc_0013 dsc_0016 dsc_0026 dsc_0030 dsc_0032 dsc_0035 dsc_0037 dsc_0043 dsc_0048 dsc_0049 dsc_0051 dsc_0052 dsc_0054 dsc_0061 dsc_0064 dsc_0070 dsc_0074 dsc_0075 dsc_0076 dsc_0102 dsc_0108 dsc_0110BANDA ACEH - Kisruh Dualisme Kepemimpinan yang terjadi di tubuh KNPI Aceh kembali memanas, puluhan anggota KNPI kubu  Zikrullah Ibna mengambil alih secara paksa kantor KNPI Aceh yang berada di Jalan T Hasan Dek, Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Jum'at (30/12/2016).

Pengambilan alih kantor KNPI itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wib pagi tadi, Pada saat kubu Zikrullah Ibna tiba dilokasi pihaknya langsung memasuki kantor sambil menurunkan baliho KNPI kubu Jamaluddin.

Zikrullah menjelaskan, pengambilan alih kantor KNPI itu karena menilai kantor tersebut merupakan kantor mereka. “Kita Alhamdulillah pagi ini pengurus KNPI Aceh telah memasuki kantro yang seharusnya milik kami,” ujarnya.

Zikrullah menjelaskan, pengambilan alih kantor itu berdasarkan landasan hukum SK terakhir yang dikeluarkan oleh Kemenkumham yang menyebutkan bahwa kepemimpinan yang sah adalah atas nama Zikrullah Ibna sebagai ketua KNPI Aceh.

Sebelumnya, kata Zikrullah, pihaknya juga telah melakukan mediasi dengan beberapa pihak terkait polemik yang terjadi di tubuh KNPI ke Kanwilkumham Aceh mereka mempertanyakan soal legalitas lembaga tersebut.

“Dalam pertemuan itu secara tegas beliau mengeluarkan statmen SK Menkunham terakhir adalah yang sah. Dan inilah menjadi pegangan hukum kita, yang terjadi selama ini itu adalah sebuah dinamika yang harus diluruskan. Kita adalah pengurusan yang sah KNPI Aceh di bawah,” sebutnya.

Sementara itu, kubu kepemimpinan Jamaluddin, dalam hal ini dijelaskan oleh Wakil Bendahara Arif Pribadi, ia membenarkan kubu Zikrullah telah dikeluarkan SK oleh Menkumham tentang kepegurusan mereka. Namun ia menjelaskan, SK kubu Zikrullah Ibna atas nama DPP KNPI bukan KNPI Aceh.

Fotografer:AK Jailani
Sumber:mediaaceh.co
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...