Kematian Pendaki Gunung Everest Kembali Terjadi

Kini Menimpa Pria Australia

FOTO | ISTIMEWAMendaki Gunung Everest Melalui VR
A A A

GUNUNG Everest yang memiliki puncak tertinggi di dunia jadi destinasi yang banyak diminati orang dari seluruh dunia. Sayangnya, banyak pendaki yang tidak beruntung memiliki fisik yang kuat sampai perjalanan pulang, seperti yang dialami seorang pria Australia baru-baru ini.

Dilaporkan Fairfax, yang dikutip dari Travel Weekly, ayah dua anak tersebut sudah sakit Kamis lalu di basecamp, setelah selesai mendaki dengan tiga orang Australi lainnya. Ia kemudian mulai perjalanan turun yang harus ditempuh sekitar 5,3 km di pagi keesokan harinya. Tapi sayang, ia meninggal di tengah jalan.

Meski pria tersebut tidak mendaki sampai puncak Everest, ia pergi bersama turis lainnya yang mulai berangkat dari base camp Nepal dan mencapai ribuan setiap tahunnya. Risiko seperti itu memang menghantui setiap turis yang naik ke Gunung Everest.

Namun, pemerintah Nepal sudah mulai memberlakukan pembatasan kuota, seiring dengan semakin meningkatnya minat pendaki untuk sampai ke puncak tertinggi di dunia tersebut.

Salah satu antisipasi yang telah dibuat 2015 lalu adalah membatasi jumlah pemula yang mendaki, terlebih yang ingin sampai ke Puncak Everest (8848 mdpl).

Nepal hanya akan memberikan izin pendakian ke Everest kepada pendaki yang berusia 18-75 tahun yang sehat dan tidak disabilitas. Calon pendaki juga harus bisa menunjukkan bahwa mereka sudah pernah mendaki gunung yang lebih tinggi dari 6500 mdpl.

Sumber:okezone.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...