Innalilahi wainnailaihi rojiun, Dimas Muhammad Andrean balita yang berusia 2 tahun ditemukan meninggal tenggelam dalam kolam di depan Cafe Pondok Indah, Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Selasa (19/1/2021). Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Jufrizal SH menyebutkan, Dimas Muhammad Andrean pertama sekali ditemukan di dalam kolam oleh Kamarudin karyawan cafe Pondok Indah tersebut.

Dukung Permintan Sulaiman

Ketua MAA: Bandara SIM Pantas dan Patut Berbahasa Aceh

ISTIMEWAKetua Majelis Adat Aceh (MAA) Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA
A A A

BANDA ACEH - Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA menyatakan sependapat dengan permintaan Anggota DPRA Sulaiman SE yang meminta pihak Angkasa Pura II untuk menata kembali bahasa Announcement (pengumuman) di Bandara Internasional Sulthan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.

Dimana saat ini, kata Sulaiman, di Bandara Internasional Sulthan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar hanya menggunakan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ia meminta agar ditambahkan bahasa daerah (Aceh).

BACA JUGA:Angkasa Pura Didesak Berlakukan Bahasa dan Lagu Aceh di Bandara SIM

"Kedepannya dan harus segera diberlakukan, penerapan tiga bahasa saat Announcement yakni bahasa indonesia, bahasa Inggris dan ditambah satu lagi yakni bahasa Aceh," pinta Sulaman beberapa waktu lalu.

Sejelan dengan itu, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) mengatakan sangat pantas jika di Bandara SIM, ditambahkan bahasa Aceh sebagai bahasa Announcement (pengumuman).

Menurut Farid, Aceh merupakan daerah khusus dan istimewa sehingga penggunaan (penambahan) bahasa Aceh diberbagai tempat publik dinilai sangat memungkinkan guna mencerminkan indentitas sebuah daerah.

"Iya, itu pantas dan patut, pertama ada orang dan sejumlah Bandara, Jogja misalnya dan lain-lain ada, boleh dicek itu di internet, ada Bandara yang pakek bahasa daerah. Jadi itu satu, kemudian bahasa itu merupakan ciri khas, indentitas satu daerah,"ungkap mantan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Minggu (27/12/2020) yang dihubungi acehimage.com.

Itu sebabnya, ia secara tegas meminta kepada Pemerintah dan Angkasa Pura II untuk segera menambahkan bahasa Aceh dalam setiap bentuk pengumuman maupun bentuk lainnya di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar. Selain bahasa, indentitas agama juga bisa diangkat

"Yang ketiga adalah Aceh mendapat istimewa, istimewa dalam bidang pendidikan, agama, kalau agama, indentitas agama itu pun kalau diangkat di Bandara itu sah. Kemudian juga budaya, bahasa itu termasuk prodak budaya dia. Istiadatlah kan, maka perlu dijaga dan sebagainya,"tegasnya.

Tak hanya itu, Prof Farid menyampaikan penggunakan bahasa daerah merupakan sebagai upaya untuk melestasrikan adat dan istiadat, bahkan tidak bertentangan dengan apapun.

"Kalau mau dibuat, ya saya mendukung, begitu. Itu harus sebenarnya, kalau bukan kita siapa lagi. Jadi tugas Pemerintah termasuk itu, menjaga itu semua termasuk warisan, termasuk bahasa,"cetusnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...