Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Ketua DPRK Aceh Tengah Sebut Fokus Lahirkan ALA

ISTIMEWAKetua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega
A A A

ACEH TENGAH - Ketua DPRK Aceh Tengah memberi tanggapan Terkait dengan munculnya gelombang pemberitaan terkait wacana kembali pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA).

"Ini cita cita lama yang harus senantiasa kita gerakan dan kita kawal prosesnya, para pendahulu kita sudah meletakan pondasi perjuangan ini, kita butuh melanjutkannya," kata Erwin Mega, Selasa (22/9/2020) melalui keterangan tertulisnya.

Ia mengatakan secara pribadi dan kepartaian akan terus membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, baik itu yang ada di Provinsi Aceh maupun dengan jaringan yang di Jakarta.

"Komunikasi yang baik dan santun akan terus kita bangun, kita akan jelaskan urgensi pemekaran ALA ini,"ujar Erwin.

Menurutnya, hal yang dibutuhkan saat ini, maping untuk menentukan arah pergerakan yang nyata dan terukur agar kemudian perjuangan ini juga terukur hasilnya.

Pihaknya akan dorong kelengkapan administrasinya, kemudian juga akan dorong ketua ketua DPRK dan para Bupati/Walikota yang ada dalam wilayah ALA untuk segera membuat surat dukungan.

"Selanjutnya juga perlu dengan segera dilakukan pertemuan lintas sektor baik itu di Jakarta maupun di Provinsi Aceh. Lobby politik itu juga penting,"terang Erwin.

Kata dia, soal apakah nanti berhasil atau tidak itu urusan kedua, namun butuh konsilidasi secara masif dan menyuluruh dengan melibatkan seluruh elemen yang ada, baik itu tokohnya, pemerintahan maupun pemudanya, diaspora ALA yang ada diberbagai daerah juga harus digerakkan.

"Setahu saya kran pemekaran daerah sudah akan dibuka kembali, terkahir saya sangat mencermati pernyataan media dari menkopolhukam yang akan memekarkan wilayah Papua menjadi lima Provinsi, saya kira ini juga momentum kita," katanya.

Setahu dirinya juga sudah pernah ada kesepakatan Pemerintah dan DPR-RI soal desain pemekaran wilayah di Indonesia, untuk Aceh diberikan peluang dimekarkan satu provinsi dan selain itu beberapa wilayah di Indonesia juga sudah didesain untuk pemekaran.

"Soal kemudian ada pihak yang mengkaitkan ini dengan upaya pembatalan proyek Multiyears, kami di Aceh Tengah sama sekali tidak kecipratan dana Multiyears, jika kami mau kami juga dapat mengkaitkan isu bendera yang selalu digaungkan saat menjelang Pemilu atau Pilkada, saya kira tidak tepat dan tidak bijak jika harus terus menerus kait mengkaitkan, kita fokus saja pada pergerakan kelahiran ALA," sebut Ketua DPRK Aceh Tengah .

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...